alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Monday, 26 October 2020

Targetkan 1.918 Hektare Lahan Sawah Ditanami Cabai

DRINGU, Radar Bromo– Mahalnya harga cabai yang ada di pasaran  membuat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo menyusun langkah. Ini agar panen cabai bisa ditingkatkan. Salah satunya menargetkan adanya penambahan lahan pertanian yang bisa ditanam cabai.

Sampai dengan bulan ini, sekitar 1.682 hektare lahan milik petani yang telah ditanami cabai rawit. Jumlah itu masih kurang lantaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menargetkan, sedikitnya 1.918 haktare bisa ditanami cabai.

Hal ini diungkapkan Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Yuli Setyaningsih. Upaya sosialisasi agar petani tetap menanam cabai rawit terus dilakukan oleh pihaknya.

“Dari awal tahun sudah kami rencanakan dan targetkan jumlah lahan pertanian yang ditanam sampai dengan akhir tahun seluas 1.918 hektare. Saat ini sudah mecapai 1.682 hektare,” ujarnya saat ditemui di kantornya.

Pihaknya memang memiliki peranan penting dalam hal peningkatan panen cabai rawit yang ada di pasaran. Menurutnya, naiknya harga cabai rawit  di pasaran terjadi  karena belum masuk masa panen raya.

“Kami sudah berikan sosialisasi kepada petani terkait dengan upaya peningkatan jumlah panen cabai rawit. Selain peningkatan luas lahan kita juga telah menyarankan agar petani menggunakan bibit hibrida yang kualitas panen lebih bagus dan melimpah,” paparnya.

Luas lahan yang ada jika tidak diikuti dengan penggunaan bibit yang baik juga berpengaruh pada kualitas dan kuantitas hasil panen cabai rawit. Jumlah konsumen cabai rawit lebih banyak daripada jumlah persediaan barang, ini yang memiliki andil besar terkait dengan mahalnya harga cabai rawit.

“Pemerintah Kabupaten juga akan berupaya agar harga cabai kembali normal dengan menggelar operasi pasar yang dampaknya bisa dirasakan dengan cepat,” ujarnya.

Pihaknya memprediksikan harga akan kembali normal ketika memasuki masa panen raya yang akan terjadi sekitar bulan Oktober. Mahalnya cabai yang dipengaruhi karena hasil panen tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

“Kami terus berupaya melakukan yang terbaik, kami optimis harga pasar akan normal ketika panen raya, dan kedepan kami upayakan panen bisa mencukupi kebutuhan masyarakat,” harapnya. (ar/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

PWI Probolinggo Bangkit setelah 10 Tahun Vakum  

General Manager Jawa Pos Radar Bromo H.A. Suyuti, terpilih sebagai ketua PWI Probolinggo Persiapan.

Penuhi Syarat, JMSI Serahkan Berkas Pendaftaran ke Dewan Pers

Dideklarasikan 8 Februari 2020, dalam waktu singkat JMSI dapat memenuhi persyaratan menjadi konstituen Dewan Pers.

Ngantuk, Pemotor asal Sidoarjo Tabrak Taman Bambu Runcing Pandaan    

Motor Honda Supra X yang dikendarai korban seorang diri, menabrak taman Bambu Runcing

Fortuner Tabrak Pikap Parkir di Prigen, Tiga Terluka  

Sesampainya di lokasi kejadian, Fortuner itu menabrak dari belakang pikap Isuzu Panther pikap yang diparkir di bahu jalan sebelah kiri.

Warga Binaan Rutan Bangil Ubah Lahan Parkir Jadi Bengkel Mebel

Hidup di penjara, tidak boleh mematikan kreativitas. Sebab, meski hidup di lingkungan yang terbatas, seorang tahanan masih bisa berkreasi. Hal ini yang dilakukan di Rutan Bangil dengan mengembangkan industri mebeler.