Berantas Warung Remang-Remang di Asembagus, Beri Surat Peringatan

KRAKSAAN – Rencana Pemkab Probolinggo menutup sejumlah warung remang-remang yang disebut-sebut menjadi tempat lokalisasi di Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, makin serius. Selasa (21/8) lalu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, telah membuat surat peringatan bagi para penghuni warung remang-remang.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Prijono mengaku, pihaknya sudah menandatangani surat peringatan bagi para pemilik warung remang-remang di tepi Sungai Rondoningo, Kecamatan Kraksaan. Pihaknya meminta mereka meninggalkan warung di atas lahan pengairan itu karena sudah menyalahi aturan. “Sudah saya tanda tangani kemarin (Selasa). Secepatnya saya akan tugaskan staf untuk melayangkan surat ini kepada pemilik warung remang-remang di atas lahan pengairan itu,” katanya.

Sedangkan, Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, penertiban atau penutupan tempat prostitusi itu bukan tanpa alasan. Pihaknya akan menegakkan Peraturan Daerah tentang bangunan di atas lahan pengairan yang telah disalahgunakan. “Kami akan tutup warung remang-remang itu. Karena sudah membuat masyarakat resah,” ujarnya.

Menurutnya, awalnya lahan pengairan itu digunakan untuk penampungan warga Sampit yang mengungsi. Namun, ternyata ada sejumlah pemilik bangunan yang menyalahgunakan peruntukannya. Yakni, dengan membuka praktik prostitusi berkedok warung. “Kami tunggu surat peringatan dulu untuk dilayangkan. Surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga. Jika masih tidak pindah, kami akan tertibkan dengan menutup paksa,” ujarnya. (mas/rud)