alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Friday, 30 October 2020

Pupuk Kaltim Salurkan 162.462,75 Ton Pupuk Urea Subsidi untuk Jatim

SURABAYA, Radar Bromo-Dalam memaksimalkan penyaluran dan pemenuhan kebutuhan petani terhadap pupuk Urea bersubsidi di provinsi Jawa Timur, Pupuk Kaltim memastikan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur periode Juli dinyatakan aman.

Hingga 22 Juli 2020, Pupuk Kaltim telah menyalurkan 162.462,75 ton pupuk Urea subsidi ke berbagai kabupaten di Jawa Timur. Atau sekitar 124 persen dari alokasi 130.622 ton Urea subsidi, periode Januari hingga Juli 2020, yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.

Hal ini dipertegas oleh Superintendent Jawa Timur Rudy Sulistya. Menurutnya, penyaluran pupuk subsidi di Jawa Timur sudah mulai dilakukan sejak terbitnya Peraturan Menteri Pertanian Tahun 2020.

Misalnya untuk Periode Januari hingga Juli 2020, perbandingan penyaluran dan alokasi di Kabupaten Bondowoso, Urea subsidi yang telah disalurkan sebanyak 18.283,5 ton atau 140 persen dari alokasi 13.099 ton.

Untuk Kabupaten Probolinggo sebanyak 23.540,6 ton atau 128 persen dari alokasi 18.363 ton. Sementara Kabupaten Situbondo sebanyak 16.174,4 ton atau 131 persen dari alokasi 12.367 ton, serta kabupaten lainnya yang penyaluran pupuknya juga banyak yang melebihi dari target alokasi yang telah ditetapkan Pemerintah.

Pupuk Kaltim menyalurkan pupuk subsidi agar dapat memenuhi kebutuhan petani sesuai alokasi yang diatur Kementerian Pertanian. Sehingga, tidak terjadi kekurangan pupuk subsidi dalam musim tanam.

Pupuk Kaltim berkomitmen untuk mengedepankan kepentingan petani dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di daerah, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang menjadi dasar dalam penyaluran pupuk bersubsidi. “Penyaluran tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi dalam musim tanam sesuai kebutuhan petani,” terang Rudy.

Rudy juga menjelaskan, sesuai Permentan Nomor 1 Tahun 2020, penyaluran pupuk bersubsidi ke petani harus menggunakan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK).

Hal ini merupakan inovasi yang dikembangkan Kementerian Pertanian dimana tahun sebelumnya hanya menggunakan RDKK manual.

“Kami ditugaskan untuk memproduksi dan menyalurkan pupuk bersubsidi dan non subsidi. Penyaluran pupuk, khususnya subsidi, harus berdasarkan ketentuan yang berlaku, tidak hanya E-RDKK tapi SK Alokasi di setiap kabupaten juga harus ada,” jelas Rudy.

Ditambahkan Rudy, alokasi pupuk bersubsidi secara nasional di tahun 2020 mengalami penurunan jumlah, dari 8.874.000 ton di tahun 2019, menjadi 7.949.303 ton di tahun 2020.

Terkait penurunan alokasi subsidi tersebut, petani diimbau tidak perlu khawatir untuk memenuhi kebutuhan pupuk, karena Pupuk Kaltim juga menyiapkan pupuk non subsidi di kios-kios. “Pupuk non subsidi ini sebagai solusi bagi petani yang belum masuk E-RDKK, maupun mengantisipasi turunnya alokasi pupuk bersubsidi untuk tahun 2020,” kata Rudy.

Untuk menjaga kebutuhan pupuk di daerah, pengadaan pupuk urea subsidi selain dari Bontang, juga akan dipasok dari beberapa Distribution Center (DC) yang tersebar di Surabaya, Banyuwangi, Semarang dan Makassar.

Hal antisipatif lainnya, juga terus dilakukan Perusahaan dengan meningkatkan sistem monitoring stok melalui aplikasi Distribution Planning Control System (DPCS).

“Langkah pengamanan distribusi pupuk bersubsidi secara kontinyu juga dilakukan melalui koordinasi dengan Distributor, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3), pemerintah daerah setempat, serta membentuk tim posko pengamanan musim tanam yang siap sedia 1×24 jam,” terang Rudy.

Rudy juga mengimbau petani, jika terdapat penyelewengan di lapangan terkait penyaluran pupuk bersubsidi, masyarakat dapat melaporkan hal ini ke KP3 di daerah tersebut.

“Kami berharap dengan komitmen bersama antara Pupuk Kaltim dengan Pemerintah, distributor, kios dan petani, dapat bersinergi dengan baik untuk mengutamakan kepentingan dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah distribusi kami,” terang Rudy.

Rudy juga mengingatkan bahwa Perusahaan akan menindak tegas Distributor atau penyalur pupuk bersubsidi yang terbukti melakukan pelanggaran atau penyimpangan.

Sebab pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan yang keberadaannya sangat penting dan dibutuhkan oleh petani, sehingga penyaluran pupuk bersubsidi harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (adv)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pengedar Sabu asal Nguling Dibekuk di Lumbang Probolinggo

Johan, 32, warga Desa Sanganom, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, diciduk Satreskoba Polres Probolinggo.

Berangkat Kerja, Warga Sumberdawesari Grati Tewas Tertabrak Truk

Korban diduga hendak mendahului kendaraan yang di depannya dari sisi kanan, bersamaan itu, ada truk kontainer yang melaju dari arah berlawanan.

CBR Tabrak Pejalan Kaki di Pandaan, Dua Korban Terluka

Dalam kejadian laka lantas ini, posisi pengendara motornya berada di pihak yang kurang menguntungkan.

Ada Gangguan di Ruang Penggilingan Batu Bara, PJB Unit 9 Terbakar

Pemulihan peralatan-peralatan yang rusak yang akan membutuhkan waktu perbaikan selama 3-5 hari.

Angkut 4.840 Liter Solar, Kapal Terbakar di Gili Ketapang  

Saat pemindahan solar menggunakan mesin pompa, diduga mengalami kebocoran selang.