alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Usai Seminggu di Asrama Haji, Pasutri asal Pandaan Akhirnya ke Tanah Suci

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Dua calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Pasuruan kloter 23 yang pemberangkatannya ter-pending pada 14 Juli lalu, kini bisa bernapas lega. Usai kondisi kesehatan membaik, kedua CJH diperbolehkan berangkat ke tanah suci lewat kloter 43 yang berangkat pada Minggu dini hari lalu (21/7).

Imron Muhadi, kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Pasuruan mengatakan, kedua CJH tersebut sudah berangkat dari Pasuruan pada 13 Juli. Namun, karena terkendala kesehatan, keduanya beristirahat di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

“Sebelum berangkat dites kesehatan. Untuk CJH Suwarno asal Plintahan, Pandaan, ini sakit diabetes. Sedang istrinya juga mendampingi. Sehingga, keduanya sementara ter-pending keberangkatannya sampai ditentukan kondisi sudah stabil,” terangnya.

Setelah sempat dirawat seminggu, akhirnya pada Minggu dini hari, Suwarno dinyatakan sudah stabil dan bisa terbang. Suwarno dan istrinya, Khamidah pun langsung dimasukkan kloter 43 dan masuk gelombang kedua. Sehingga, langsung bertolak ke Makkah.

“Kedua CJH masuk kloter 43 dari berangkat dan pulangnya nanti tidak sama dengan kloter asalnya kloter 23. Namun, dipastikan semua kegiatan haji tetap sama panjangnya dan masuk kloter 43,” terangnya.

Sementara itu, Senin (22/7) di Kemenag Kabupaten Pasuruan, sebagian CJH kloter 72 Kabupaten Pasuruan sudah mulai mengumpulkan kopernya. Kloter 72 sendiri adalah kloter ke empat yang berjumlah 43 CJH yang jadwalnya berangkat ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada 31 Juli mendatang.

“Hari ini (22/7) sudah ada yang mulai mengumpulkan koper, namun kita tunggu terakhir sampai 30 Juli untuk pengumpulan koper. Sedangkan keberangkatan tanggal 31 Juli bersama dengan CJH Kota Pasuruan,” ujarnya. (eka/mie)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Dua calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Pasuruan kloter 23 yang pemberangkatannya ter-pending pada 14 Juli lalu, kini bisa bernapas lega. Usai kondisi kesehatan membaik, kedua CJH diperbolehkan berangkat ke tanah suci lewat kloter 43 yang berangkat pada Minggu dini hari lalu (21/7).

Imron Muhadi, kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Pasuruan mengatakan, kedua CJH tersebut sudah berangkat dari Pasuruan pada 13 Juli. Namun, karena terkendala kesehatan, keduanya beristirahat di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

“Sebelum berangkat dites kesehatan. Untuk CJH Suwarno asal Plintahan, Pandaan, ini sakit diabetes. Sedang istrinya juga mendampingi. Sehingga, keduanya sementara ter-pending keberangkatannya sampai ditentukan kondisi sudah stabil,” terangnya.

Setelah sempat dirawat seminggu, akhirnya pada Minggu dini hari, Suwarno dinyatakan sudah stabil dan bisa terbang. Suwarno dan istrinya, Khamidah pun langsung dimasukkan kloter 43 dan masuk gelombang kedua. Sehingga, langsung bertolak ke Makkah.

“Kedua CJH masuk kloter 43 dari berangkat dan pulangnya nanti tidak sama dengan kloter asalnya kloter 23. Namun, dipastikan semua kegiatan haji tetap sama panjangnya dan masuk kloter 43,” terangnya.

Sementara itu, Senin (22/7) di Kemenag Kabupaten Pasuruan, sebagian CJH kloter 72 Kabupaten Pasuruan sudah mulai mengumpulkan kopernya. Kloter 72 sendiri adalah kloter ke empat yang berjumlah 43 CJH yang jadwalnya berangkat ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada 31 Juli mendatang.

“Hari ini (22/7) sudah ada yang mulai mengumpulkan koper, namun kita tunggu terakhir sampai 30 Juli untuk pengumpulan koper. Sedangkan keberangkatan tanggal 31 Juli bersama dengan CJH Kota Pasuruan,” ujarnya. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/