alexametrics
26.8 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Lahan Tanam Padi di Kab Probolinggo Terus Menurun

DRINGU, Radar Bromo – Lahan tanam padi di Kabupaten Probolinggo, semakin berkurang. Penurunan itu terlihat sejak Oktober 2019. Bahkan, sejauh ini telah berkurang 13,778 hektare.

Dari data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Proboplinggo, pada Oktober 2018 tercatat masih ada 1.626 hektare lahan tanam padi. Jumlah ini menurun 311 hektare menjadi 1.315 hektare pada 2019.

Pada November 2018 dibanding November 2019, juga menurun. Pada November 2018 masih ada 2.665 hektare lahan tanam pada dan pada November 2019 hanya 1.641 hektare (selengkapnya lihat grafis).

“Sejak Oktober 2019 memang mengalami penerunan lahan tanam padi. Penyebabnya tidak adalah hujan yang mundur. Seperti yang diketahui, kemarau pada tahun lalu terjadi cukup lama. Sehingga, tanaman yang ditanam bukan padi, meski begitu tanaman lain juga mayoritas terimbas karena adanya musim panas yang cukup panjang tahun lalu,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura DKPP Kabupaten Probolinggo, Yulis Setyaningsih.

Menurutnya, angka lahan tanam padi ini diambil dari data 24 kecamatan se Kabupaten Probolingggo. Namun, Yulis mengatakan berkurangnya lahan tanam padi tidak hanya terjadi di Kabupaten Probolinggo, sejumlah daerah lain juga mengalaminya.

“Dari Kementan (Kementerian Pertanian) memang mengatakan kekuragan lahan tanam padi itu banyak. Sedikitnya, ada 5 kabupaten dan Probolinggo, termasuk di dalamnya,” ujarnya.

Yulis mengaku tidak bisa memaksa petani untuk selalu menanam padi. Mereka diberi kebebasan untuk bercocok tanam sesuai seleranya. “Untuk varietas tanaman yang hendak ditanam para petani kan tergantung dari petaninya sendiri, kami hanya bisa memberi imbauan dan tidak boleh mamaksa petani harus memanam padi,” jelasnya. (mg1/rud/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Curanmor Marak, Polresta Probolinggo Evaluasi Pelayanan

Dalam bulan ini, tercatat telah terjadi lima kali curanmor dan pelakunya belum tertangkap.

Pakai Huruf Pegon, Kiai Nawawi Tulis Maklumat Dukung Gus Ipul

Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri K.H. Nawawi Abdul Djalil mengeluarkan maklumat terkait Pilwali Pasuruan 2020.

Pendaftar Anugerah Kampung Hebat Membeludak

Antusiasme Rukun Tetangga (RT) di Kota Pasuruan, mengikuti Anugerah Kampung Hebat Tahun 2020, sangat terasa.

Karena Sukai Istri Korban, Tersangka Mau Bantu Gorok Leher Suami

Andik mau jadi eksekutor bukan hanya karena diminta oleh istri korban. Lebih dari itu, tersangka Andik memiliki perasaan suka pada Silvia.

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.