Rencana Bantuan Sembako 20 Ribu di Kab Pasuruan Susut Jadi 2.600

BANGIL, Radar Bromo – Jumlah sasaran penerima bantuan sembako untuk jaring pengaman sosial dari Pemkab Pasuruan, mengalami penyusutan. Pemkab akan merealisasikan pembagian paket sembako itu hanya untuk 2.600 orang.

Padahal, sebelumnya bagi-bagi sembako itu rencananya akan disalurkan kepada 20 ribu orang. Kenyataannya, jumlah penerimanya tak sampai separonya. Bahkan, untuk tahap awal, hanya seribu paket sembako yang akan dibagikan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan Suwito Adi mengakui adanya penyusutan untuk penerima paket sembako yang akan disalurkan. Sebelumnya, ada rencana sebanyak 20 ribu orang. Namun, dalam perkembangannya, hanya 2.600 orang yang bisa mendapatkan bantuan dari Pemkab.

Hal itu menurutnya, karena sebagian dari penerima bantuan itu, sudah mendapat sokongan dari Kementerian Sosial. Sehingga, hanya tersisa 2.600 orang yang bisa diberi bantuan oleh pemkab.

“Awalnya kami memang akan menggulirkan bantuan untuk 20 ribu orang. Bahkan, kami sudah hampir action. Tapi, urung kami lakukan karena ada data-data dari Kemensos yang akan menerima bantuan dari pusat. Sehingga, hanya tersisa 2.600 orang yang bisa kami handle,” ujar dia.

Ia menambahkan, penerima bantuan tersebut memang di luar penerima bantuan lain. Baik PKH atau calon penerima bantuan dari pemerintah pusat lainnya, seperti BLT. Sehingga, dari verifikasi yang dilakukan, ada 2.600 orang yang berhak menerima.

Bantuan itu akan disalurkan bertahap dalam waktu dekat ini. Tahap awal, sebanyak seribu penerima. Disusul 1.600 orang lainnya yang akan disalurkan bertahap dalam bulan yang sama. Ia meyakinkan, kalau dalam pekan ini bantuan tersebut akan mulai digulirkan.

Paket sembako yang dibagikan itu, bernilai Rp 200 ribu per paketnya. Di dalamnya, berisi beras, minyak goreng, dan kebutuhan lainnya. “Terutama telur ada di dalamnya juga,” tutur dia.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Tri Laksono Adi berharap bantuan paket sembako itu segera digulirkan. Karena banyak masyarakat yang sudah menantikan. “Kami harap ada percepatan dalam penyaluran bantuan tersebut,” desak politisi asal Pandaan ini. (one/mie)