alexametrics
24 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Pemkab Kaji Wisata Halal Banyubiru, Seperti Ini Konsepnya

BANGIL – Pemkab Pasuruan tengah mengkaji konsep wisata halal di pemandian alam Banyubiru di Winongan. Rencananya, kolam pemandian untuk pengunjung laki-laki dan perempuan akan dipisah.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Pasuruan KH Mujib Imron, Jumat (21/12). Gus Mujib -sapaannya- menguraikan, Pemkab berencana menjadikan wisata Banyubiru wisata halal.

Salah satu caranya, kolam pemandian alam untuk laki-laki dan perempuan akan dipisah. Konsep itu berbeda dengan kondisi yang ada saat ini. Di mana pengunjung laki-laki dan perempuan, bercampur.

“Sekarang ini, konsep wisata halal itu sedang dikaji,” kata Gus Mujib saat ditemui di kompleks perkantoran Raci, Jumat (21/12).

Lalu, apakah konsep tersebut tidak malah membuat Banyubiru sepi pengunjung? Gus Mujib mengaku, tak khawatir dengan tingkat pengunjungnya.

Ia memandang, penerapan konsep tersebut tidak akan mengendurkan jumlah pengunjung. Justru ia yakin, Banyubiru bisa semakin ramai.

“Kalau terealisasi, itu akan menjadi yang pertama di Indonesia. Kami yakin tidak akan membuat sepi. Malah kami yakin bisa semakin ramai,” sambungnya.

Keyakinan itu, didasarinya dengan beberapa pertimbangan. Salah satunya, bidikan terhadap wisatawan yang menyukai nuansa Islami.

“Banyak orang Arab ataupun yang lain yang kami pandang menyukai konsep ini. Makanya ini dikaji dulu. Seperti apa konsep itu bisa diterapkan di lapangan,” pungkasnya. (one/fun)

BANGIL – Pemkab Pasuruan tengah mengkaji konsep wisata halal di pemandian alam Banyubiru di Winongan. Rencananya, kolam pemandian untuk pengunjung laki-laki dan perempuan akan dipisah.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Pasuruan KH Mujib Imron, Jumat (21/12). Gus Mujib -sapaannya- menguraikan, Pemkab berencana menjadikan wisata Banyubiru wisata halal.

Salah satu caranya, kolam pemandian alam untuk laki-laki dan perempuan akan dipisah. Konsep itu berbeda dengan kondisi yang ada saat ini. Di mana pengunjung laki-laki dan perempuan, bercampur.

“Sekarang ini, konsep wisata halal itu sedang dikaji,” kata Gus Mujib saat ditemui di kompleks perkantoran Raci, Jumat (21/12).

Lalu, apakah konsep tersebut tidak malah membuat Banyubiru sepi pengunjung? Gus Mujib mengaku, tak khawatir dengan tingkat pengunjungnya.

Ia memandang, penerapan konsep tersebut tidak akan mengendurkan jumlah pengunjung. Justru ia yakin, Banyubiru bisa semakin ramai.

“Kalau terealisasi, itu akan menjadi yang pertama di Indonesia. Kami yakin tidak akan membuat sepi. Malah kami yakin bisa semakin ramai,” sambungnya.

Keyakinan itu, didasarinya dengan beberapa pertimbangan. Salah satunya, bidikan terhadap wisatawan yang menyukai nuansa Islami.

“Banyak orang Arab ataupun yang lain yang kami pandang menyukai konsep ini. Makanya ini dikaji dulu. Seperti apa konsep itu bisa diterapkan di lapangan,” pungkasnya. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/