alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Pedagang Pasar Wonoasih Menolak Direlokasi, Ini Alasannya

WONOASIH, Radar Bromo – Puluhan pedagang di Pasar Wonoasih, Kota Probolinggo, menolak adanya rencana Pemkot Probolinggo merelokasi Pasar Wonoasih ke selatan Pasar Ternak, Jrebeng Kidul. Alasannya, mereka khawatir lokasinya sepi dan masalah keamanan.

Salah seorang pedagang buah di Pasar Wonoasih Farida dengan kondisi lokasi baru yang sepi, dikhawatirkan jualannya tidak laku. Belum lagi dengan masalah keamanan yang dinilai lebih rawan karena lokasinya jauh dari keramaian.

Kami menolak rencana pemerintah untuk merelokasi Pasar Wonoasih ke selatan Pasar Ternak Jrebeng Kidul. Selain jauh dari keramaian, di sana juga sepi. Lokasi Pasar Wonoasih yang saat ini ramai saja masih ada kasus pencurian. Apalagi di lokasi baru di Jrebeng Kidul yang sepi. Bukannya tambah rawan,” ujarnya.

Farida mengungkapkan, ada pembeli yang telah mendengar rencana relokasi pasar nyeletuk, malingnya akan tambah mudah. “Kami setuju saja jika Pasar Wonoasih direlokasi jika alasannya Pasar Wonoasih menyebabkan kemacetan. Tapi, jangan jauh-jauh ke Jrebeng Kidul, meski rumah saya dekat sana, tapi saya menolak dipindah ke Jrebeng Kidul,” ujarnya.

Ia mengaku lebih setuju dipindah ke lapangan Wonoasih. Menurutnya, pemerintah memang belum melakukan sosialisasi tentang rencana relokasinya. Namun, dalam beberapa kesempatan kegiatan rencana relokasi itu disampaikan ke pedagang. “Akan dilakukan tahun 2020 dan paling akhir tahun 2021,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Wonoasih Saiful memastikan semua pedagang menolak rencana relokasi Pasar Wonoasih. Pertimbangannya, lokasi yang baru sepi dan masalah keamanan. “Lebih baik dipindahkan ke lapangan Wonoasih. Di sana tempatnya luas, ada lahan parkirnya, dan tidak berdekatan langsung dengan jalan nasional,” ujarnya.

Saiful tidak membantah jika situasi di Pasar Wonoasih sering menimbulkan kemacetan, sehingga perlu dilakukan relokasi. Namun, pedagang meminta memperhatikan kondisi pedagang. “Di Pasar yang ini saja penjualan juga sepi, apalagi kalau dipindah ke selatan pasar ternak,” ujarnya.

Katanya, usulan ini sudah disampaikan ke Kepala UPT Pasar Wonoasih untuk diteruskan ke Pemkot Probolinggo. Kepala UPT Pasar Wonoasih Moch. Arif Billah, Rabu lalu menerima perwakilan pedagang Pasar Wonoasih. Mereka meminta penjelasan terkait rencana relokasi.

“Saya sampaikan memang ada rencana relokasi. DED dan kajiannya sudah selesai. Namun, belum dipastikan kapan dilakukan relokasi karena belum ada anggaran. Terkait usulan pedagang mengenai lokasi, akan kami sampaikan kepada Pemkot untuk dipertimbangkan,” ujarnya. (put/rud)

WONOASIH, Radar Bromo – Puluhan pedagang di Pasar Wonoasih, Kota Probolinggo, menolak adanya rencana Pemkot Probolinggo merelokasi Pasar Wonoasih ke selatan Pasar Ternak, Jrebeng Kidul. Alasannya, mereka khawatir lokasinya sepi dan masalah keamanan.

Salah seorang pedagang buah di Pasar Wonoasih Farida dengan kondisi lokasi baru yang sepi, dikhawatirkan jualannya tidak laku. Belum lagi dengan masalah keamanan yang dinilai lebih rawan karena lokasinya jauh dari keramaian.

Kami menolak rencana pemerintah untuk merelokasi Pasar Wonoasih ke selatan Pasar Ternak Jrebeng Kidul. Selain jauh dari keramaian, di sana juga sepi. Lokasi Pasar Wonoasih yang saat ini ramai saja masih ada kasus pencurian. Apalagi di lokasi baru di Jrebeng Kidul yang sepi. Bukannya tambah rawan,” ujarnya.

Farida mengungkapkan, ada pembeli yang telah mendengar rencana relokasi pasar nyeletuk, malingnya akan tambah mudah. “Kami setuju saja jika Pasar Wonoasih direlokasi jika alasannya Pasar Wonoasih menyebabkan kemacetan. Tapi, jangan jauh-jauh ke Jrebeng Kidul, meski rumah saya dekat sana, tapi saya menolak dipindah ke Jrebeng Kidul,” ujarnya.

Ia mengaku lebih setuju dipindah ke lapangan Wonoasih. Menurutnya, pemerintah memang belum melakukan sosialisasi tentang rencana relokasinya. Namun, dalam beberapa kesempatan kegiatan rencana relokasi itu disampaikan ke pedagang. “Akan dilakukan tahun 2020 dan paling akhir tahun 2021,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Wonoasih Saiful memastikan semua pedagang menolak rencana relokasi Pasar Wonoasih. Pertimbangannya, lokasi yang baru sepi dan masalah keamanan. “Lebih baik dipindahkan ke lapangan Wonoasih. Di sana tempatnya luas, ada lahan parkirnya, dan tidak berdekatan langsung dengan jalan nasional,” ujarnya.

Saiful tidak membantah jika situasi di Pasar Wonoasih sering menimbulkan kemacetan, sehingga perlu dilakukan relokasi. Namun, pedagang meminta memperhatikan kondisi pedagang. “Di Pasar yang ini saja penjualan juga sepi, apalagi kalau dipindah ke selatan pasar ternak,” ujarnya.

Katanya, usulan ini sudah disampaikan ke Kepala UPT Pasar Wonoasih untuk diteruskan ke Pemkot Probolinggo. Kepala UPT Pasar Wonoasih Moch. Arif Billah, Rabu lalu menerima perwakilan pedagang Pasar Wonoasih. Mereka meminta penjelasan terkait rencana relokasi.

“Saya sampaikan memang ada rencana relokasi. DED dan kajiannya sudah selesai. Namun, belum dipastikan kapan dilakukan relokasi karena belum ada anggaran. Terkait usulan pedagang mengenai lokasi, akan kami sampaikan kepada Pemkot untuk dipertimbangkan,” ujarnya. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/