Bosda Madin Rp 6,7 Miliar di Kab Probolinggo Belum Cair, Dispendik Masih Tunggu Verifikasi

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sejumlah yayasan madrasah diniah (madin) di Kabupaten Probolinggo harus mengelus dada. Hingga saat ini dana Bosda Madin belum juga bisa dicairkan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten setempat. Pasalnya, sejauh ini Dispendik masih menunggu hasil verifikasi dari kementerian agama (kemenag) kabupaten setempat.

Total dana Bosda Madin tahun ini untuk Kabupaten Probolinggo sekitar Rp 6,7 miliar. Dana itu sejatinya akan diberikan untuk ratusan madin. Tak pelak, belum cairnya Bosda madin tersebut membuat sejumlah pengurus dan pemilik yayasan ketar-ketir.

Salah satu pengurus yayasan madin mengaku, belum ada kabar pasti kapan dana Bosda Madin akan cair. Pihaknya sendiri hanya bisa menunggu. Karena tahun kemarin, pihaknya mendapatkan dana Bosda madin. “Cairnya itu setahun sekali. Tapi Bosda madin yang kami terima hanya untuk 6 bulan,” kata pria yang enggan disebutkan pada Jawa Pos Radar Bromo, Kamis (21/11).

Sementara itu, Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo, Dewi Korina saat dikonfirmasi, membenarkan perihal dana Bosda Madin belum cair. Pasalnya, Dispendik masih menunggu hasil verifikasi dari Kemenag. Sehingga, penyaluran dana Bosda Madin tepat sasaran, dan tak ada yang double alias ganda.

“Kami targetkan, Selasa besok rapat koordinasi verifikasi pencairan dana bosda Madin. Supaya, dana bosda Madin segera terealisasi penyerapannya,” katanya pada Jawa Pos Rasar Bromo.

Dewi menjelaskan, tahun ini alokasi dana bosda madin kabupaten sekitar Rp 6,7 miliar. Dimana, dana bosda madin itu pencairannya sekali dalam setahun. Hanya saja, jatah alokasi Bosda madin dari pemerintah provinsi Jatim hanya cukup untuk 6 bulan.

“Memang anggaran yang tersedia cukup untuk 6 bulan. Pencairannya memang biasa di bulan Desember. Karena memang menunggu hasil verifikasi,” ungkapnya. (mas/fun)