alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Ajak Ketahui Perkembangan Jurnalisme Online di Pelatihan ASN Melek Digital (1)

Pengertian online journalism atau jurnalistik online menjadi materi awal yang disampaikan dalam pelatihan ASN Melek Digital yang digelar Selasa (19/11) lalu. Munculnya situs berita online, membuat masyarakat kian banyak bisa memilih media.

—————-

Namun sesuai dengan fungsinya, media massa dalam bentuk online harus tetap memiliki kaidah jurnalistik dalam penyajiannya. Begitulah yang disampaikan Muhammad Fahmi, wartawan Jawa Pos Radar Bromo saat memberikan materi dalam pelatihan ASN Melek Digital. Dalam pelatihan yang digelar Diskominfo Kabupaten Probolinggo itu, ia banyak mengupas materi terkait jurnalistik online.

Online journalism atau jurnalistik online merupakan pelaporan fakta atau berita yang disebarkan luas melalui internet,” ujar pria yang juga penanggung jawab portal berita online radarbromo.jawapos.com itu.

Menurutnya, dalam hal teknik reportase, riset data dan observasi tidak ada perbedaan antara jurnalistik online dan jurnalistik pada media cetak. Yang menjadi pembeda utama adalah format dan gaya penulisannya. “Mengingat berita online dikonsumsi pembaca melalui gadget atau layar komputer,” katanya.

Dalam paparannya, Fahmi juga menyampaikan sejumlah prinsip dalam jurnalistik online. Di antaranya, tulisan tidak bertele-tele atau ringkas, serta tulisan dapat diringkas dalam beberapa tulisan pendek. “Sehingga, lebih mudah dibaca dan dipahami,” katanya. Dalam jurnalistik online, jurnalis juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Tidak hanya mampu menulis, namun juga mampu merekam video dan sebagainya.

Pada pelatihan yang dihadiri ratusan ASN dari OPD dan pihak pemerintah kecamatan itu, ia juga memberikan materi berupa gaya penulisan jurnalistik online. Di antaranya, sederhana, lugas, ringkas dan padat. Kemudian judul harus menarik, paragraf dibuat pendek, serta, uraian yang bisa dipecah dalam beberapa judul.

“Namun harus tetap memperhatikan prinsip piramida terbalik. Kemudian untuk features, bahasanya sederhana dan informal,” sebutnya.

Selain itu, Fahmi juga mengangkat materi produksi berita. Dimulai dengan cara mendapatkan berita, perencanaan dan organisasi dalam peliputan yang dilakukan secara serius, dan memperhatikan cara penulisan yang baik. “Kemudian penyajiannya harus menarik, layout, foto dan ilustrasi juga harus disesuaikan dengan selera pembaca,” ungkapnya.

Ragam berita tidak lupa disampaikan dalam pelatihan itu. Ragam berita meliputi straight news, depth news dan features. Straight news mengandalkan kekuatan aktualitas. Penulisannya juga dengan stuktur mendahulukan informasi terpenting dengan menggunakan piramida terbalik dan unsur 5 W + 1 H.

“Piramida terbalik itu, informasi penting dan menarik disampaikan di awal naskah berita. Kemudian 5 W + 1 H, yang pertama adalah what, atau peristiwa apa yang terjadi, who, siapa pelakunya, where, dimana peristiwa terjadi, when, kapan kejadiannya dan why atau mengapa peritiwa itu terjadi. Kemudian how, bagaimana kejadiannya,” bebernya.

Ia juga menjelaskan terntang angle berita atau sudut pandang sebuah berita yang dipakai seorang jurnalis dalam menulis berita. Sebab, menarik tidaknya berita dipengaruhi oleh angle. “Semakin besar peristiwa itu, semakin banyak angle atau sudut berita yang bisa diambil,” ujarnya. (uno/*)

Pengertian online journalism atau jurnalistik online menjadi materi awal yang disampaikan dalam pelatihan ASN Melek Digital yang digelar Selasa (19/11) lalu. Munculnya situs berita online, membuat masyarakat kian banyak bisa memilih media.

—————-

Namun sesuai dengan fungsinya, media massa dalam bentuk online harus tetap memiliki kaidah jurnalistik dalam penyajiannya. Begitulah yang disampaikan Muhammad Fahmi, wartawan Jawa Pos Radar Bromo saat memberikan materi dalam pelatihan ASN Melek Digital. Dalam pelatihan yang digelar Diskominfo Kabupaten Probolinggo itu, ia banyak mengupas materi terkait jurnalistik online.

Online journalism atau jurnalistik online merupakan pelaporan fakta atau berita yang disebarkan luas melalui internet,” ujar pria yang juga penanggung jawab portal berita online radarbromo.jawapos.com itu.

Menurutnya, dalam hal teknik reportase, riset data dan observasi tidak ada perbedaan antara jurnalistik online dan jurnalistik pada media cetak. Yang menjadi pembeda utama adalah format dan gaya penulisannya. “Mengingat berita online dikonsumsi pembaca melalui gadget atau layar komputer,” katanya.

Dalam paparannya, Fahmi juga menyampaikan sejumlah prinsip dalam jurnalistik online. Di antaranya, tulisan tidak bertele-tele atau ringkas, serta tulisan dapat diringkas dalam beberapa tulisan pendek. “Sehingga, lebih mudah dibaca dan dipahami,” katanya. Dalam jurnalistik online, jurnalis juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Tidak hanya mampu menulis, namun juga mampu merekam video dan sebagainya.

Pada pelatihan yang dihadiri ratusan ASN dari OPD dan pihak pemerintah kecamatan itu, ia juga memberikan materi berupa gaya penulisan jurnalistik online. Di antaranya, sederhana, lugas, ringkas dan padat. Kemudian judul harus menarik, paragraf dibuat pendek, serta, uraian yang bisa dipecah dalam beberapa judul.

“Namun harus tetap memperhatikan prinsip piramida terbalik. Kemudian untuk features, bahasanya sederhana dan informal,” sebutnya.

Selain itu, Fahmi juga mengangkat materi produksi berita. Dimulai dengan cara mendapatkan berita, perencanaan dan organisasi dalam peliputan yang dilakukan secara serius, dan memperhatikan cara penulisan yang baik. “Kemudian penyajiannya harus menarik, layout, foto dan ilustrasi juga harus disesuaikan dengan selera pembaca,” ungkapnya.

Ragam berita tidak lupa disampaikan dalam pelatihan itu. Ragam berita meliputi straight news, depth news dan features. Straight news mengandalkan kekuatan aktualitas. Penulisannya juga dengan stuktur mendahulukan informasi terpenting dengan menggunakan piramida terbalik dan unsur 5 W + 1 H.

“Piramida terbalik itu, informasi penting dan menarik disampaikan di awal naskah berita. Kemudian 5 W + 1 H, yang pertama adalah what, atau peristiwa apa yang terjadi, who, siapa pelakunya, where, dimana peristiwa terjadi, when, kapan kejadiannya dan why atau mengapa peritiwa itu terjadi. Kemudian how, bagaimana kejadiannya,” bebernya.

Ia juga menjelaskan terntang angle berita atau sudut pandang sebuah berita yang dipakai seorang jurnalis dalam menulis berita. Sebab, menarik tidaknya berita dipengaruhi oleh angle. “Semakin besar peristiwa itu, semakin banyak angle atau sudut berita yang bisa diambil,” ujarnya. (uno/*)

MOST READ

BERITA TERBARU

/