Sosialisasi Jargas, Diajukan Rp 500 Juta, Dialokasikan Rp 100 Juta

KRAKSAAN – Bagian Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo sebelumnya mengajukan anggaran Rp 500 juta untuk sosialisasi program jaringan gas (jargas). Namun, karena keterbatasan kemampuan APBD Pemkab Probolinggo, akhirnya hanya dialokasikan sekitar Rp 100 juta dalam Perubahan APBD 2018.

“Kami akan maksimalkan dan optimalkan anggaran itu untuk sosialisasi. Supaya program jargas bisa berjalan lancar dan sukses,” ujar Kabag Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo Santoso.

Diketahui, Kabupaten Probolinggo dipastikan mendapatkan jatah 10.000 ribu sambungan rumah (SR) program jargas dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Rencana awal, 10.000 SR jargas itu untuk warga Kecamatan Tongas dan Sumberasih. Namun, setelah survei, sebagian jatah jargas di Kecamatan Sumberasih dialihkan ke Kecamatan Dringu.

Alasannya, sebagian lokasi jargas di Kecamatan Sumberasih, jauh dari jaringan pipa utama. Sehingga, demi efisiensi anggaran dan pemaksimalan jatah jargas, diputuskan sebagian dialihkan ke Kecamatan Dringu. “Sekarang tahap survei penentuan calon penerima jaringan gas di tiga kecamatan. Yaitu, Kecamatan Tongas, Sumberasih, dan Dringu,” ujar Santoso.

Santoso mengatakan, survei yang dilakukan tim dilakukan dengan door to door. Supaya, dapat memastikan pihak penerima program jargas memang layak dan siap dipasang jargas. Pihaknya menargetkan, survei ini rampung pada Oktober. “Sudah ada data by name by address, penerima program jargas. Tapi, tim dari kementerian perlu survei dan memastikan penerima bersedia,karena itu survei dilakukan door to door,” ujarnya. (mas/rud)