alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Harga Ayam dan Telur Kembali Naik Menjelang Idul Adha

PANGGUNGREJO – Harga ayam potong dan telur mengalami kenaikan di Kota Pasuruan. Namun, Pemkot memastikan kenaikan harga ini masih batas wajar. Kondisi ini tidak terlepas dari tingginya permintaan warga menjelang hari raya Idul Adha.

Kasi Pengawasan Barang dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Bayu Wika Permana mengungkapkan pihaknya kembali memantau kebutuhan pokok di sejumlah pasar. Yakni, Pasar Besar, Karangketug, Kebonagung dan Gadingrejo.

Dari pemantauan di empat pasar tradisional tersebut, dua komoditi utama yakni ayam potong dan telur mengalami kenaikan. Harga ayam potong yang semula Rp 26 ribu menjadi Rp 35-40 ribu ribu per kilonya, serta telur dari harga Rp 20 ribu menjadi Rp 22 ribu per kilo.

“Harga ayam dan telur naik terhitung hari ini (21/8). Kalau komoditi lainnya, seperti daging, cabai atau bawang merah cenderung stagnan,” katanya.

Bayu menjelaskan kenaikan harga ini masih tergolong dalam batas wajar. Hal ini rutin terjadi saat menjelang hari raya karena tingginya permintaan. Pihaknya memperkirakan kenaikan harga ini terjadi sampai H+1.

“Ini sifatnya musiman saja. Insya Allah, kamis (23/9), harga sudah kembali normal. Ini dipicu oleh tingginya permintaan warga,”terang Bayu. (riz/fun)

PANGGUNGREJO – Harga ayam potong dan telur mengalami kenaikan di Kota Pasuruan. Namun, Pemkot memastikan kenaikan harga ini masih batas wajar. Kondisi ini tidak terlepas dari tingginya permintaan warga menjelang hari raya Idul Adha.

Kasi Pengawasan Barang dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Bayu Wika Permana mengungkapkan pihaknya kembali memantau kebutuhan pokok di sejumlah pasar. Yakni, Pasar Besar, Karangketug, Kebonagung dan Gadingrejo.

Dari pemantauan di empat pasar tradisional tersebut, dua komoditi utama yakni ayam potong dan telur mengalami kenaikan. Harga ayam potong yang semula Rp 26 ribu menjadi Rp 35-40 ribu ribu per kilonya, serta telur dari harga Rp 20 ribu menjadi Rp 22 ribu per kilo.

“Harga ayam dan telur naik terhitung hari ini (21/8). Kalau komoditi lainnya, seperti daging, cabai atau bawang merah cenderung stagnan,” katanya.

Bayu menjelaskan kenaikan harga ini masih tergolong dalam batas wajar. Hal ini rutin terjadi saat menjelang hari raya karena tingginya permintaan. Pihaknya memperkirakan kenaikan harga ini terjadi sampai H+1.

“Ini sifatnya musiman saja. Insya Allah, kamis (23/9), harga sudah kembali normal. Ini dipicu oleh tingginya permintaan warga,”terang Bayu. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/