alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Anggarkan Rp 50 Juta untuk ke Korea, Satpol PP Ingin Belajar Ini

KRAKSAAN – Satpol PP Kabupaten Probolinggo mengalokasikan anggaran Rp 50 juta untuk terbang ke Korea. Anggaran tersebut muncul dalam APBD perubahan 2018. Rencananya, anggaran itu akan digunakan untuk mengikuti pelatihan manajemen pemadam kebakaran.

Hal itu diungkapkan Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi. Pria yang akrab disapa Joko itu mengatakan, duit puluhan juta itu digunakan untuk perjalanan dinas. Rencananya, yang akan terbang ke Korea selain dirinya adalah Sekda Soeparwiyono.

“Kami juga berencana mengajak Bapak Pj Bupati Probolinggo juga. Karena tranining management damkar ini dibutuhkan untuk menentukan kebijakan mengenai pemadam kebakaran,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, Selasa (21/8).

Pelatihan manajemen itu digelar oleh United Cities and Local Governments Asia-Pacifics (UCLG Aspac). UCLG adalah organisasi pemerintah lokal di seluruh dunia wilayah Asia Pasifik. Pelatihan manajemen sendiri akan berlangsung selama 6 hari sejak tanggal 21 sampai 27 Oktober.

Pria yang hobi nggowes itu mengatakan, Mei lalu UCLG Aspac datang ke Kabupaten Probolinggo meninjau latihan pemadam kebakaran. “Tidak semua kota di Indonesia yang diundang. Hanya ada sekitar 6 daerah kota/kabupaten yang diundang,” katanya.

Kenapa harus di Korea? Alasannya, manajemen pengelolaan pemadam kebakaran di Korea menjadi salah satu yang terbaik di dunia selain Australia dan Amerika. “Soal kabar bakal ada bantuan peralatan atau lainnya (pasca pelatihan, Red), belum tahu. Mudah-mudaha saja,” katanya berharap. (mas/rf)

KRAKSAAN – Satpol PP Kabupaten Probolinggo mengalokasikan anggaran Rp 50 juta untuk terbang ke Korea. Anggaran tersebut muncul dalam APBD perubahan 2018. Rencananya, anggaran itu akan digunakan untuk mengikuti pelatihan manajemen pemadam kebakaran.

Hal itu diungkapkan Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi. Pria yang akrab disapa Joko itu mengatakan, duit puluhan juta itu digunakan untuk perjalanan dinas. Rencananya, yang akan terbang ke Korea selain dirinya adalah Sekda Soeparwiyono.

“Kami juga berencana mengajak Bapak Pj Bupati Probolinggo juga. Karena tranining management damkar ini dibutuhkan untuk menentukan kebijakan mengenai pemadam kebakaran,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, Selasa (21/8).

Pelatihan manajemen itu digelar oleh United Cities and Local Governments Asia-Pacifics (UCLG Aspac). UCLG adalah organisasi pemerintah lokal di seluruh dunia wilayah Asia Pasifik. Pelatihan manajemen sendiri akan berlangsung selama 6 hari sejak tanggal 21 sampai 27 Oktober.

Pria yang hobi nggowes itu mengatakan, Mei lalu UCLG Aspac datang ke Kabupaten Probolinggo meninjau latihan pemadam kebakaran. “Tidak semua kota di Indonesia yang diundang. Hanya ada sekitar 6 daerah kota/kabupaten yang diundang,” katanya.

Kenapa harus di Korea? Alasannya, manajemen pengelolaan pemadam kebakaran di Korea menjadi salah satu yang terbaik di dunia selain Australia dan Amerika. “Soal kabar bakal ada bantuan peralatan atau lainnya (pasca pelatihan, Red), belum tahu. Mudah-mudaha saja,” katanya berharap. (mas/rf)

MOST READ

BERITA TERBARU

/