Hendak Ditempeli Stiker, 1.607 KPM Tergraduasi

MAYANGAN, Radar Bromo – Labelisasi di 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo, di rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) masih berlangsung. Namun, sejauh ini ada 1.607 KPM yang tergraduasi.

Labelisasi yang dilaksanakan secara bertahap oleh pemerintah desa yang didampingi pendamping PKH. Penempelan stiker itu dilakukan untuk memberikan identitas pada penerima bantuan sosial. Serta, menjadi sebuah upaya kontrol masyarakat agar bantuan dari Kementerian Sosial RI itu tepat sasaran.

“Sejak awal bulan proses labelisasi sudah dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo, secara bertahap. Sampai Jumat (20/3), sudah 1.607 KPM PKH yang sudah tergraduasi,” ujar Koordinator PKH Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, Fathurrozi Amien.

Ada sejumlah pertimbangan dilakukan saat graduasi KPM. Salah satunya, karena KPM mengundurkan diri sebagai peneriman PKH. Pengunduran diri dilakukan karena sudah merasa mampu, sehingga merasa tidak layak menerima bantuan. “Saat hendak dilakukan labelisasi, beberapa PKM meminta mengudurkan diri karena sudah merasa mampu,” ujarnya.

Rozi mengapresiasi pengunduruan diri KPM PKH dari daftar penerima. Saat menyatakan mengundurkan diri, KPM cukup menandatangani surat pernyataan yang disediakan petugas. “Petugas telah menyediakan surat pernyataan. Selanjutnya, KPM mengisi dan menandatanganinya, kemudian akan dikeluarkan dari data penerima PKH,” jelasnya.

Proses graduasi tidak dapat serta merta dilakukan. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. “Labelisasi merupakan tindak lanjut dari proses verifikasi dan validasi, itu merupakan keputusan dari musyawarah desa. Jadi, ketika akan dilakukan graduasi, harus membuat surat pernyataan terlebih dahulu,” ujar Rozi. (ar/rud)