Bank Sampah di Kelurahan Kebonagung Bisa untuk Bayar Pajak Masyarakat

WARNA-WARNI: Komitmen Warga Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan untuk menciptakan lingkungan bersih, salah satunya juga dengan menghias paving dan dinding dengan cat warna-warni yang menambah kenyamanan dan keindahan. (Foto: Kelurahan Kebonagung for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, memiliki inovasi untuk menciptakan lingkungan bersih dengan pengelolaan sampah di bank sampah. Bahkan, untuk membantu meringankan masyarakat melakukan kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dengan sampah di lingkungan mereka sendiri.

——————

Sampah-sampah yang dihasilkan dari rumah tangga menjadi permasalahan yang mendesak untuk dicarikan solusinya. Salah satu solusinya adalah dengan pendirian bank sampah yang menjadi tempat untuk melakukan pemilahan hingga daur ulang sampah-sampah tersebut.

“Sampah di kelurahan kami tidak sekadar menjadi limbah yang dipandang sebelah mata. Dengan ketekunan masyarakat mengumpulkan, memilah, kemudian menyetorkan sampah ke Bank Sampah yang di sekitar tempat tinggal mereka, permasalahan kewajiban pembayaran PBB bisa terpenuhi,” kata Lurah Kebonagung Mulyono, S.Ag., M.M.

Bank Sampah yang dimaksud adalah Bank Sampah Griya Jaya. Terletak di RW 06, Kelurahan Kebonagung. Keberadaan bank sampah ini sudah menjadi bagian penting bagi keseharian warga masyarakat di Kelurahan Kebonagung. Mereka rajin menyetorkan sampah yang merupakan limbah rumah dan sekitarnya selama periode tertentu. Hasil dari timbangan sampah yang mereka setor inilah kemudian dikumpulkan dalam bentuk tabungan. Sebagian bisa dimanfaatkan untuk membayar kewajiban PBB.

INOVASI BANK SAMPAH: Kegiatan bank sampah Griya Jaya yang terletak di RW 006, Kelurahan Kebonagung yang memiliki inovasi membantu masyarakat sekaligus mengedukasi dengan program inovasi pembayaran PBB dengan sampah. Warga pun kini antusias untuk menjadi nasabah bank sampah tersebut. (Foto: Kelurahan Kebonagung for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Penerapan sistem pembayaran PBB yang disebut “Trash for Tax” ini dilakukan dengan cara mengumpulkan sampah untuk kemudian disetorkan ke bank sampah setempat. Sampah-sampah yang bernilai ekonomi dipilah untuk kemudian ditabungkan ke bank sampah hingga nanti terkumpul untuk dibayarkan pajak.

Sebagian besar warga di wilayah Kelurahan Kebonagung mengaku senang dengan program yang diwujudkan oleh pihak kelurahan. “Kami merasa terbantu, tidak lagi kesulitan melunasi PBB yang sudah menjadi kewajiban. Luar biasanya lagi, uang yang kami bayarkan untuk pajak itu asalnya dari sampah yang kami kumpulkan,” kata salah seorang warga.

Berkat program ini pula warga tidak lagi keberatan saat diminta aktif sebagai nasabah dari Bank Sampah Griya Jaya. Tabungan dari hasil penimbangan sampah mereka kumpulkan, kemudian bisa diambil petugas kelurahan untuk melunasi pembayaran PBB yang menjadi kewajiban masing-masing warga.

“Kami berharap inovasi ini bisa diikuti oleh warga RW yang lainnya, sehingga bisa membantu meringankan warga yang mau bayar pajak dan bisa membantu meningkatkan Pendapatan Pemerintah Kota Pasuruan melalui PBB. Tidak itu saja, dengan program ini pula tingkat kedisiplinan warga membayar pajak meningkat dan bisa tepat waktu,” tegas Lurah Mulyono lagi.

Di samping inovasi di program pembayaran PBB dengan sampah, kecintaan warga Kelurahan Kebonagung terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar juga diimplementasikan lewat kegiatan lainnya. Selain dengan terus mengembangkan potensi bank sampah yang sudah membantu pembayaran PBB warganya, kelurahan yang berada di bawah naungan Kecamatan Purworejo ini juga terus berbenah untuk mewujudkan penampilan kampung penuh warna.

Beberapa program yang mendukung kebersihan lingkungan di antaranya adalah tidak membuang sampah sembarangan, giat dalam mewujudkan program penghijauan untuk produksi oksigen, dan mengurangi pencemaran serta keindahan dan keasrian lingkungan.

Tidak itu saja, baru-baru ini Kelurahan Kebonagung juga melakukan gebrakan yang memotivasi warganya untuk menampilkan warna baru di kampung mereka. Dalam rangka memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 74 kemarin, mereka menggelar lomba lukis dinding.

Objek gambar mereka di antaranya adalah kantor kelurahan. Berkat lomba lukis dinding (mural) ini, sekitar kantor Kelurahan Kebonagung kini tampak menjadi lebih menarik dan indah serta menjadi wahana promosi pentingnya menjaga lingkungan. (lel/*)

 

Gencarkan Kampanye “Wani Sehat Tanpa Obat“

Kampanye Ayo Wani Sehat tanpa Obat digagas oleh Karang Werda Kelurahan Kebonagung. Wujudnya berupa kegiatan Senam Bareng yang diikuti oleh warga yang tergabung dalam Paguyuban Karangwerda (Lansia) se-Kelurahan Kebonagung, PKK, kader, dan perangkat kelurahan.

KOMITMEN PELAYANAN: Lurah Kebonagung Mulyono, S.Ag., M.M. (tujuh dari kiri) bersama staf Kelurahan Kebonagung berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi warganya. Salah satunya dengan dukungan program-program inovatif dan inspiratif. (Foto: Kelurahan Kebonagung for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Wani Sehat tanpa Obat direalisasikan dalam rangka menularkan semangat sehat bagi warga, khususnya mereka yang sudah lanjut usia. Umumnya juga mereka yang di usia produktif untuk terus hidup sehat tanpa bergantung dengan obat. Kegiatannya dilaksanakan selama 2 bulan sekali. Roadshow dari RW ke RW secara bergantian. Hebatnya lagi, kegiatan ini dibiayai murni dari swadaya masyarakat.

WANI SEHAT TANPA OBAT: Program inovasi Kelurahan Kebonagung ‘Wani Sehat tanpa Obat’ yang ditujukan khususnya kepada warga yang lansia, sebagai sarana edukasi kesehatan. (Foto: Kelurahan Kebonagung for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Banyak program pendukung yang disusun untuk menyukseskan kampanye “Wani Sehat tanpa Obat”. Kelurahan Kebonagung berusaha membiasakan warga menjaga kesehatan tubuhnya. Melakukan upaya preventif dan mencegah ketergantungan mereka dengan obat.

Apa saja bentuk kegiatannya? Di antaranya, senam bersama, posyandu lansia yang diadakan setiap bulan untuk pemeriksaan rutin, dan menjaga agar para lansia tetap sehat. Selain itu, juga dilakukan rekreasi bareng untuk lansia, kader, dan perangkat kelurahan. Minimal setahun sekali agar mereka bisa terbebas dari tekanan pikiran yang bisa memicu munculnya penyakit.

ERATKAN SILATURAHMI: Program ‘Wani Sehat tanpa Obat’ juga bertujuan mengeratkan silaturahmi antarwarga di Kelurahan Kebonagung. (Foto: Kelurahan Kebonagung for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Bukan hanya itu, program pembinaan dan pemberdayaan bagi warga lansia juga rutin dilakukan Kelurahan Kebonagung agar mereka yang sudah tidak di usia produktif tetap memilih semangat untuk menikmati hidup yang sehat, bermanfaat, dan juga bahagia bersama keluarga. Tidak bergantung dengan orang-orang sekitar mereka.

Lurah Kebonangung Mulyono, S.Ag., M.M. mengatakan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah sebagai sarana edukasi kesehatan. Sekaligus sebagai sarana silaturahmi antarwarga, khususnya lansia. “Membiasakan warga untuk tidak bergantung dengan obat untuk menjaga kesehatan dan ketika sakit. Juga sebagai upaya promotif pentingnya sehat dan preventif mencegah sakit,” terang Mulyono. (lel/*)