alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Proyek Embung Welulang Baru 50 Persen, Akhir Tahun Ini Harus Selesai

PASURUAN – Rencana pembangunan Embung Welulang, Kecamatan Lumbang, akhirnya direalisasikan. Saat ini, proses pengerukan dan pengecoran mulai dijalankan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Hanung Widya Sasangka menyampaikan, embung Welulang digarap dua tahap. Tahap awal dilakukan tahun ini yang akan berakhir hingga Desember 2018.

Sementara tahap kedua, akan dilanjutkan tahun depan. “Pembangunannya dilakukan dua tahap. Tahap pertama pembangunan embung. Dan tahap kedua, finishingnya,” kata Hanung-sapaannya.

Pembangunan embung di atas lahan sekitar 4 hektare itu dilakukan BBWS Brantas. Pemkab hanya menyediakan lahan untuk embung. Sementara pembangunan awal hingga selesai, merupakan kewenangan BBWS Brantas. Menurut Hanung, pembangunan embung Welulang bisa menelan dana lebih dari Rp 10 miliar.

Saat ini, proses pembangunan embung tersebut tengah berjalan. Progresnya tahap pengerukan tanah serta pengecoran. “Sekarang proses pembangunan tahap pertama. Progresnya, sudah sekitar 50 persen,” sampainya.

Pembangunan embung yang dimulai kisaran Juli itu akan berlangsung hingga Desember. “Untuk tahap kedua, belum mengetahui kepastian kapan pembangunannya,” sambungnya.

Disampaikan Hanung, keberadaan embung itu nantinya difungsikan untuk konservasi dan penyediaan air baku serta irigasi. Dengan pembangunan embung tersebut, persoalan kekurangan air di wilayah Lumbang bisa teratasi.

Pembangunan embung Welulang itu, dipastikan bisa menambah jumlah embung di wilayah Kabupaten Pasuruan. Saat ini sedikitnya sudah ada enam embung yang tersebar di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Yakni, embung Mbiting, Desa Sukoreno, Kecamatan Sukorejo; embung Kertosari, Kecamatan Purwosari; embung Kedungbanteng, Kecamatan Rembang; embung Krikilan, Kecamatan Kejayan dan embung Sanganom di Nguling. Serta embung Kalisat, Kecamatan Rembang. (one/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencairan DBHCHT di Kab Pasuruan Tersisa Rp 36 Miliar  

Sampai akhir Oktober ini, DBHCHT yang sudah masuk ke kabupaten setempat mencapai Rp 146 Miliar.

Muncul Banyak Pedagang Dadakan, Satpol PP Belum Bisa Usir Paksa

Mendekati Maulid Nabi, jumlah pedagang semakin banyak. Bahkan, tak sedikit yang lapaknya memakan bahu jalan dan membuat tenda semi permanen.

Mahasiswi asal Lumajang Polisikan Eeks Pacar usai Dianiaya-HP-nya Dirampas

Korban menjalin hubungan asmara dengan RV selama 3 tahun.

Pura-pura Bertamu Lalu Curi Uang, Pelakunya Wanita Berpakaian Muslimah

Usia pelakudiperkirakan 30 sampai 40 tahun, fisiknya gemuk dengan make up wajah tebal dan berpakaian muslimah warna merah

Rencana Normalisasi Kalimati; Sosialisasikan Uang Pengganti Rumah

Penggusuran memang menjadi pilihan saat program normalisasi Kalimati atau Bangiltak direalisasikan. Tapi, hal itu tidak akan dilakukan serta merta tanpa solusi bagi warga.