alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Pemkab Tak Tegas, Ketua Paguyuban PKL Ancam Mundur

KRAKSAAN – Ketidaktegasan Pemkab Probolinggo terhadap para Pedagang Kaki Lima (PKL) liar yang berjualan di sisi selatan Alun-alun Kraksaan, masih terus jadi polemik. Bahkan, Ketua Paguyuban PKL Semarak Kota Kraksaan Heri mengancam mundur dalam kepengurusan paguyuban.

Heri mengaku, pihaknya akan mundur jika Pemkab Probolinggo tak kunjung tegas menertibkan PKL liar yang berjualan di area Alun-alun Kota Kraksaan. “Saya lebih baik mengundurkan diri sebagai ketua Paguyuban PKL jika kondisinya masih seperti ini,” ujarnya (20/8).

Heri mengaku, sejauh ini pihaknya telah berusaha membantu pemkab dalam penataan PKL di Kota Kraksaan. Mulai dari dipindah ke sisi timur alun-alun dan direlokasi ke Centra PKL Semarak di belakang Masjid Agung Ar-Raudhah, telah diikuti. “Oleh para PKL saya malah dibilang tidak tegas dan tidak bertanggung jawab. Karena banyak PKL liar berjualan di area alun-alun,” ujarnya.

Sedangkan, Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengaku, pihaknya akan segera menertibkan PKL liar di Alun-alun Kraksaan. Direncanakan dalam waktu tiga hari akan ada penjagaan dan menempatkan mobil Satpol PP di alun-alun. “Nanti kami juga akan terus tempatkan personel dan langsung menertibkan jika ada PKL liar datang berjualan di Alun-alun Kraksaan,” janjinya.

Diketahui, para PKL Semarak Kraksaan yang direlokasi ke Centra PKL di belakang Masjid Ar-Raudhah, Kota Kraksaan, geram. Sebab, semakin banyak PKL liar yang berjualan di sisi selatan Alun-alun Kraksaan. Sedangkan, sebelumnya PKL Semarak direlokasi dengan alasan area Alun-alun Kraksaan harus bersih dari PKL. (mas/rud)

KRAKSAAN – Ketidaktegasan Pemkab Probolinggo terhadap para Pedagang Kaki Lima (PKL) liar yang berjualan di sisi selatan Alun-alun Kraksaan, masih terus jadi polemik. Bahkan, Ketua Paguyuban PKL Semarak Kota Kraksaan Heri mengancam mundur dalam kepengurusan paguyuban.

Heri mengaku, pihaknya akan mundur jika Pemkab Probolinggo tak kunjung tegas menertibkan PKL liar yang berjualan di area Alun-alun Kota Kraksaan. “Saya lebih baik mengundurkan diri sebagai ketua Paguyuban PKL jika kondisinya masih seperti ini,” ujarnya (20/8).

Heri mengaku, sejauh ini pihaknya telah berusaha membantu pemkab dalam penataan PKL di Kota Kraksaan. Mulai dari dipindah ke sisi timur alun-alun dan direlokasi ke Centra PKL Semarak di belakang Masjid Agung Ar-Raudhah, telah diikuti. “Oleh para PKL saya malah dibilang tidak tegas dan tidak bertanggung jawab. Karena banyak PKL liar berjualan di area alun-alun,” ujarnya.

Sedangkan, Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengaku, pihaknya akan segera menertibkan PKL liar di Alun-alun Kraksaan. Direncanakan dalam waktu tiga hari akan ada penjagaan dan menempatkan mobil Satpol PP di alun-alun. “Nanti kami juga akan terus tempatkan personel dan langsung menertibkan jika ada PKL liar datang berjualan di Alun-alun Kraksaan,” janjinya.

Diketahui, para PKL Semarak Kraksaan yang direlokasi ke Centra PKL di belakang Masjid Ar-Raudhah, Kota Kraksaan, geram. Sebab, semakin banyak PKL liar yang berjualan di sisi selatan Alun-alun Kraksaan. Sedangkan, sebelumnya PKL Semarak direlokasi dengan alasan area Alun-alun Kraksaan harus bersih dari PKL. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/