Setengah Tahun, Target Retribusi Tosari Capai 181 Persen

PENYUMBANG PAD: Sejumlah rumah penduduk berdiri di kawasan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Retribusi yang ditarik dari pos wisata di kecamatan ini sudah melampaui target (Dok. Radar Bromo)

Related Post

TOSARI – Penarikan retribusi terhadap wisatawan yang hendak berkunjung ke Gunung Bromo melalui Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, baru diberlakukan mulai pertengahan 2018. Namun, potensinya ternyata cukup menggiurkan. Bahkan, target tahun ini sudah terlampaui hingga 181 persen.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan Agung Maryono mengatakan, tiket retribusi di Tosari memang potensi baru. Pihakya baru mulai menarik tiket masuk sejak pertengahan 2018. “Di awal sekarang ini masih melihat potensinya. Ternyata malah bagus,” ujarnya.

Menurutnya, di Kabupaten Pasuruan, titik masuk ke Tosari atau menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih bisa dibilang awal. Berbeda dengan wilayah lain, seperti Probolinggo dan Malang. Kini, tiket masuk Tosari menjadi salah satu retribusi wisata yang dapat memompa pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan.

Apalagi, jika sebelumnya pos tiket masuk hanya satu pos di Desa Banyupetung, Kecamatan Tosari. Pada Pertengahan Maret lalu, ditambah dua pos penarikan di Desa Baledono khusus dari arah Kota Pasuruan. Serta, satu lagi di Desa Mororejo khusus wisatawan dari arah Malang. sehingga, semua wisata yang masuk Tosari dikenakan tiket masuk.

Dari data Disparbud, tahun ini Disparbud menarget bisa mendapatkan Rp 70 juta dari retribusi masuk Kecamatan Tosari. Sampai semester pertama atau akhir Juni 2019, sudah mencapai Rp 127,29 juta. Atau mencapai sekitar 181 persen dari target.

Perolehan tertinggi didapatkanpada bulan kemarin. Mencapai Rp 50,825 juta. Ini terdongkrak dari libur Lebaran 1440 Hijriah dan libur sekolah. PAD itu diperoleh dari uang tiket Rp 5 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp 10 ribu bagi wisatawan mancanegara.

Agung mengatakan, meski sudah cukup tinggi dan melampaui target, pihaknya belum menaikkan target pendapatan di Tosari. “Karena Tosari ini kan masuk satu target dengan wisata lain, termasuk Banyu Biru dan Ranu Grati. Sehingga, tetap satu kesatuan. Namun, jika potensi cukup bagus, bisa dinaikkan targetnya pada APBD 2020,” ujarnya. (eka/rud)