Harga Anjlok, Bisa Pengaruhi Produksi Garam

PANEN: Sejumlah petambak garam di Kabupaten Pasuruan, memenanen garamnya beberapa waktu lalu. Kini, petanbah resah karena harga garam semakin murah. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Panen garam di Kabupaten Pasuruan, tahun ini masih tahap pertama. Namun, harganya di tingkat petambak garam tradisional sudah anjlok. Jika tahun lalu harga garam panen perdana masih sekitar Rp 2.000 per kilogram, kini hanya Rp 600 per kilogram.

Salah seorang petambak garam asal Desa Tambaklekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Muhammad Amin, 44, mengatakan, panen perdana garam Juni lalu. Dari awal panen, harga garam di tingkat petambah sangat murah. “Awal panen bulan Juni masih Rp 750 per kilogram. Sekarang makin turun hingga Rp 600 per kilogram,” ujarnya.

Menurutnya, harga garam murah sejak akhir musim hujan lalu. Memasuki musim kemarau dan musim produksi garam, harganya semakin membuat resah petambak garam. Padahal, pada awal musim garam tahun lalu, harganya masih di kisaran Rp 2.000 per kilogram. Ketika panen raya, masih bagus dengan harga Rp 1200 per kilogram.

Kini, harga garam sudah anjlok. Sehingga, banyak petambak resah. “Akibatnya, kalau sudah panen gak semuanya dijual dulu. Saya jual separo panen untuk biaya tenaga kerja. Sisanya saya simpan dulu berharap harga garam bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Amin mengatakan, rendahnya harga jual garam ini karena pasokan garam di pasaran, terutama karena impor garam masih tinggi. Sehingga, permintaan garam saat musim kemarau rendah dan membuat harga anjlok.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Slamet Nurhandoyo membenarkan, jika harga garam di tingkat petambak cukup murah. Hanya Rp 600 per kilogram. “Berbeda dengan tahun lalu yang saat panen masih di atas Rp 1.000 per kilogram. Hal ini cukup membuat petambak garam banyak yang malas untuk memproduksi garam,” ujarnya.

Terlihat pada panen bulan Juni, hasil produksi garam masih diangka 18,45 ton. Menurutnya, soal harga memang tergantung mekanisme pasar. Diduga, kini pasokan garam cukup banyakm sehingga harga garam anjlok. “Karena cukup murah, bisa mempengaruhi produksi garam. Harapan kami produksi garam petambak bisa tetap maksimal. Meski tidak menutup kemungkinan bisa turun jika dibanding tahun lalu,” ujarnya. (eka/rud)