alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

As Roda Patah, Truk Kontainer Muat Air Mineral Terguling di Pandaan

PANDAAN – Waras, 41, jadi panik saat mendengar suara benda retak dari kontainer bagian belakang. Dia tahu ada yang tidak beres dengan kendaraan yang dikemudikannya. Namun, belum sempat berhenti, kontainer guling ke jalan.

Sopir asal Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri itu mengalami kecelakaan tunggal, Sabtu (20/7). As roda belakang kontainer patah saat melintas di Jalan Raya Kasri, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Kontainer pun guling.

Insiden itu terjadi pukul 11.00. Saat itu, kontainer bernopol L 8236 LE bermuatan air mineral itu melaju dari sebuah perusahaan di Sukorejo. “Mau dikirim ke Surabaya,” kata Waras ketika ditemui di lokasi kejadian.

Mulanya, perjalanan Waras memang tak menemukan kendala. Dari arah Sukorejo, Waras melewati Jalan By Pass lalu berbelok ke kiri menuju Jalan Raya Kasri. Di perempatan jalan Kasri, ia lalu berbelok ke kanan menuju arah Surabaya.

“Saat belokan sangat pelan. Wong saya jalan waktu itu baru masuk gigi dua,” ujarnya.

Tepat di depan Museum Kabupaten Pasuruan, ia mendengar suara retak. “Setelah belokan sudah kratak-kratak. Memang saya nggak injak rem, karena takut terpental,” akunya.

Belum sempat mengecek, celaka terjadi. As roda bagian belakang sisi kiri kontainer patah. Beberapa detik kemudian, kendaraan guling ke kiri. Waras pun tergoncang di ruang kemudi. Ia mengalami luka lecet pada kaki kirinya.

Bodi kontainer sisi kiri itu juga ringsek. Kaca bagian depannya pecah berantakan. Untungnya kondisi lalu lintas saat itu sedang lengang. Sehingga tak ada satupun pengendara yang terimbas bodi truk kala terguling. Namun yang terjadi di jalan searah itu yakni kemacetan mengular.

Tumpukan kendaraan dari tiga arah di simpang jalan, memperparah kemacetan. Polisi pun langsung mengatur lalu lintas di sana sembari menunggu kontainer dievakuasi.

Sayangnya, proses evakuasi berlangsung lama. Sebuah crane yang didatangkan, tak mampu mengerek kontainer. Sebab muatan kontainer mencapai 14 ton. Polisi kemudian mendatangkan crane dengan ukuran yang lebih besar.

“Kontainernya sementara kami amankan sebagai barang bukti,” ungkap Kanit Lantas Polsek Pandaan, Iptu Supriyanto. (tom/hn)

PANDAAN – Waras, 41, jadi panik saat mendengar suara benda retak dari kontainer bagian belakang. Dia tahu ada yang tidak beres dengan kendaraan yang dikemudikannya. Namun, belum sempat berhenti, kontainer guling ke jalan.

Sopir asal Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri itu mengalami kecelakaan tunggal, Sabtu (20/7). As roda belakang kontainer patah saat melintas di Jalan Raya Kasri, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Kontainer pun guling.

Insiden itu terjadi pukul 11.00. Saat itu, kontainer bernopol L 8236 LE bermuatan air mineral itu melaju dari sebuah perusahaan di Sukorejo. “Mau dikirim ke Surabaya,” kata Waras ketika ditemui di lokasi kejadian.

Mulanya, perjalanan Waras memang tak menemukan kendala. Dari arah Sukorejo, Waras melewati Jalan By Pass lalu berbelok ke kiri menuju Jalan Raya Kasri. Di perempatan jalan Kasri, ia lalu berbelok ke kanan menuju arah Surabaya.

“Saat belokan sangat pelan. Wong saya jalan waktu itu baru masuk gigi dua,” ujarnya.

Tepat di depan Museum Kabupaten Pasuruan, ia mendengar suara retak. “Setelah belokan sudah kratak-kratak. Memang saya nggak injak rem, karena takut terpental,” akunya.

Belum sempat mengecek, celaka terjadi. As roda bagian belakang sisi kiri kontainer patah. Beberapa detik kemudian, kendaraan guling ke kiri. Waras pun tergoncang di ruang kemudi. Ia mengalami luka lecet pada kaki kirinya.

Bodi kontainer sisi kiri itu juga ringsek. Kaca bagian depannya pecah berantakan. Untungnya kondisi lalu lintas saat itu sedang lengang. Sehingga tak ada satupun pengendara yang terimbas bodi truk kala terguling. Namun yang terjadi di jalan searah itu yakni kemacetan mengular.

Tumpukan kendaraan dari tiga arah di simpang jalan, memperparah kemacetan. Polisi pun langsung mengatur lalu lintas di sana sembari menunggu kontainer dievakuasi.

Sayangnya, proses evakuasi berlangsung lama. Sebuah crane yang didatangkan, tak mampu mengerek kontainer. Sebab muatan kontainer mencapai 14 ton. Polisi kemudian mendatangkan crane dengan ukuran yang lebih besar.

“Kontainernya sementara kami amankan sebagai barang bukti,” ungkap Kanit Lantas Polsek Pandaan, Iptu Supriyanto. (tom/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/