alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

PDAM Kabupaten Probolinggo Akui Sering Dapat Aduan

DRINGU, Radar Bromo – Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Probolinggo sering dikeluhkan masyarakat. Terutama terkait dengan ketidakpuasan pelanggan terhadap pemenuhan air. Masalah ini menjadi perhatian serius jajaran PDAM Kabupaten Probolinggo.

Untuk meningkatkan kepuasan masyarakat, PDAM melakukan pelayanan fast response kepada warga. Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo mengatakan beberapa bulan ini pihaknya sering menerima pengaduan. Terutama keluhan terkait terhambatnya pemenuhan kebutuhan air.

“Kami akui memang saat ini sering menerima pengaduan dari warga. Karenanya, kami berupaya melayani mereka semaksimal mungkin dengan pelayanan fast response,” ujarnya.

Menurutnya, pelayanan fast response diinstruksikan kepada 15 unit PDAM yang tersebar di Kabupaten Probolinggo. Pelayanan ini merupakan gerakan cepat tanggap menyelesaikan masalah. Ini, dilakukan agar kendala yang menghambat terdistribusi air dari hulu menuju rumah warga segera teratasi.

“Sebenarnya ada beberapa kendala yang menyebabkan terhambatnya distribusi air dari hulu menuju rumah warga. Jika itu merupakan masalah teknis seperti kebocoran pipa, maka segera kami perbaiki. Kami akan maksimalkan petugas di 15 unit,” ujarnya.

Ada beberapa perbaikan yang sedang dikerjakan PDAM. Salah satunya pipa menuju Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, yang sedang ramai dibicarakan. Saat ini kondisinya sudah diperbaiki. “Liprak Kidul sudah kami perbaiki. Sekarang berangsur-angsur normal kembali,” ujarnya.

Pelebaran jalan juga menjadi salah satu kendala. Ketika petugas pelebaran jalan kurang memperhatikan keberadaa pipa air di pinggir jalan, akan terjadi kerusakan yang tak disengaja. “Seperti kerusakan terjadi di Kraksaan akibat ekskavator melakukan pengerukan tidak memperhatikan keberadaan pipa air PDAM. Pipa ini kemudian pecah dan mengakibatkan kebutuhan air warga terhambat,” ujarnya.

Gandhi mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Pemkab Probolinggo telah menyurati Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Timur agar PDAM difasilitasi untuk penempatan pipa saluran. “Mayoritas pipa air PDAM berada di sisi jalan nasional. Ketika ada pelebaran jalan dan lokasi itu dibeton, maka akan menyulitkan petugas PDAM untuk memperbaiki jika tejadi kerusakan,” ujarnya. (ar/rud)

DRINGU, Radar Bromo – Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Probolinggo sering dikeluhkan masyarakat. Terutama terkait dengan ketidakpuasan pelanggan terhadap pemenuhan air. Masalah ini menjadi perhatian serius jajaran PDAM Kabupaten Probolinggo.

Untuk meningkatkan kepuasan masyarakat, PDAM melakukan pelayanan fast response kepada warga. Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo mengatakan beberapa bulan ini pihaknya sering menerima pengaduan. Terutama keluhan terkait terhambatnya pemenuhan kebutuhan air.

“Kami akui memang saat ini sering menerima pengaduan dari warga. Karenanya, kami berupaya melayani mereka semaksimal mungkin dengan pelayanan fast response,” ujarnya.

Menurutnya, pelayanan fast response diinstruksikan kepada 15 unit PDAM yang tersebar di Kabupaten Probolinggo. Pelayanan ini merupakan gerakan cepat tanggap menyelesaikan masalah. Ini, dilakukan agar kendala yang menghambat terdistribusi air dari hulu menuju rumah warga segera teratasi.

“Sebenarnya ada beberapa kendala yang menyebabkan terhambatnya distribusi air dari hulu menuju rumah warga. Jika itu merupakan masalah teknis seperti kebocoran pipa, maka segera kami perbaiki. Kami akan maksimalkan petugas di 15 unit,” ujarnya.

Ada beberapa perbaikan yang sedang dikerjakan PDAM. Salah satunya pipa menuju Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, yang sedang ramai dibicarakan. Saat ini kondisinya sudah diperbaiki. “Liprak Kidul sudah kami perbaiki. Sekarang berangsur-angsur normal kembali,” ujarnya.

Pelebaran jalan juga menjadi salah satu kendala. Ketika petugas pelebaran jalan kurang memperhatikan keberadaa pipa air di pinggir jalan, akan terjadi kerusakan yang tak disengaja. “Seperti kerusakan terjadi di Kraksaan akibat ekskavator melakukan pengerukan tidak memperhatikan keberadaan pipa air PDAM. Pipa ini kemudian pecah dan mengakibatkan kebutuhan air warga terhambat,” ujarnya.

Gandhi mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Pemkab Probolinggo telah menyurati Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Timur agar PDAM difasilitasi untuk penempatan pipa saluran. “Mayoritas pipa air PDAM berada di sisi jalan nasional. Ketika ada pelebaran jalan dan lokasi itu dibeton, maka akan menyulitkan petugas PDAM untuk memperbaiki jika tejadi kerusakan,” ujarnya. (ar/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/