alexametrics
26.2 C
Probolinggo
Thursday, 3 December 2020

Balai Desa Winongan Lor yang Dibuat Konsep Jawa, Berharap Pelayanan Desa Semakin Baik

Infrastruktur menjadi aset utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bagusnya infrastruktur ikut membuat perekonomian terdongkrak. Namun, pembangunannya harus mengutamakan usulan dari tingkat bawah.

 

PEMBANGUNAN infrastruktur harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itulah yang disepakati Kades Winongan Lor Eko Suprianto. Setiap tahunnya, pemerintahan desa yang dipimpinnya  selalu mengakomodasi aspirasi yang disampaikan warga melalui Musrenbang dusun hingga Musrenbang desa. Dari Musrenbang itulah akan muncul kesepakatan bersama dalam menentukan kebijakan pembangunan.

Usulan tersebut menjadi prioritas, sehingga hasil pembangunan sesuai target dan sasaran. “Pembangunan infrastuktur harus bisa dirasakan merata di semua dusun,” ujarnya.

Dia mengambil contoh seperti tahun 2018. Saat itu ada usulan membangun jalan permukiman yang masih berupa tanah dan belum tersentuh infrastruktur layak di 4 dusun. “Akses jalan yang kurang layak, dulunya menjadi hambatan warga saat aktivitas. Kini sudah lebih mudah dan dekat sehingga aktivitas terasa lebih efektif,” beber Eko Suprianto.

Tak hanya jalan, ada pula sumur artesis yang dibangun dan membantu warga sekitar. Sebab, sumur artesis bisa mencukupi kebutuhan air. “Dengan adanya tambahan sumur bor ini, otomatis membantu dan mempermudah warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari,” ujarnya

Selain itu, program pembangunan untuk sosial juga turut diperhatikan, semisal pembangunan rumah tak layak huni (RTLH) di tahun 2018 sebanyak 5 unit, ditambah tahun 2019 sekitar 7 unit. Sehingga, kini total sudah ada 12 unit rumah yang sudah layak huni.

Selain dari dana desa, pemerintah desa juga mendapat suntikan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Salah satu bentuknya, rehab balai desa tahun 2018. Bahkan, di tahun 2019 desa mendapat bantuan dari Pemprov Jatim untuk pembangunan gapura, pagar, atap kanopi, dan pavingisasi halaman kantor desa.

“Sebelum ada bantuan ini, bangunan kurang layak. Akibatnya, pelayanan sering kali terganggu. Setelah dibangun, segala pelayanan bisa lebih optimal dan warga yang berkepentingan juga merasa lebih nyaman. Saat ini di balai desa, masih dalam proses pengerjaan seperti gapura dan pagar. Mudah-mudahan pagar yang kami bangun dengan kosep kerajaan Jawa ini, kian membuat nyaman. Kosep ini juga untuk melestarikan budaya tradisi Jawa,” tambahnya.

TANPA KOREKSI: Kepala Desa Winongan Lor menyerahkan dokumen LKPj kepada Sumarno, selaku ketua BPD Sidepan yang disaksikan Muspika dan seluruh elemen masyarakat. (Foto: Edwan Abdi Wiratama/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Jaga Solidaritas Pemdes-BPD-Masyarakat

 

KEBERHASILAN kinerja Pemdes tak luput dari peran partisipasi masyarakat untuk ikut andil terlibat. Solidaritas dan kebersamaan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam membangun desa untuk mewujudkan harapan bersama.

Komitmen inilah yang selalu dipegang teguh dalam menjalankan tugas dan amanah selaku pelayan masyarakat. Hasilnya, melalui penyampaikan laporan kegiatan pertanggungjawaban selama satu priode pemerintah desa, diterima dengan baik oleh seluruh lapisan elemen masyarakat. Tak terkecuali BPD Winongan Loryang bertugas mengontrol desa.

Kades Winongan Lor Eko Suprianto mengatakan, tingkat keberhasilan yang paling utama adalah keterlibatan secara aktif atas partisipasi masyarakat. “Partisipasi warga sangat tinggi terbukti saat melakukan kegiatan musyawarah tingkat dusun hingga tingkat desa. Seluruh masyarakat sangat aktif ikut terlibat dan berperan untuk desa,” katanya

Adapun keberhasilan yang sudah tercapai selama ini yaitu pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembinaan dan pelatihan pelaku usaha. Setiap tahun selalu ada kegiatan untuk warga mengembangkan skill-nya di bidang usaha. Selain itu, mereka juga dibekali dengan bantuan alat usaha, sehingga bisa lebih optimal dalam mengembangkan usaha yang ditekuni.

“Sebagain warga sudah banyak yang berhasil menekuni usaha yang telah dirintis. Hasilnya, ekonomi warga menjadi kuat dan mandiri,” ujarnya

Partisipasi masyarakat yang aktif dalam keikutsertaan membangun desa. Terbukti dengan prestasi yang diraih dalam beberapa waktu lalu. Seperti penghargaan dari tingkat kecamatan, juara dua pelaksanaan Musrenbang Desa dengan tingkat partisipasi seluruh elemen, tokoh, pemuda, dan lainnya yang ikut terlibat aktif. (ed/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

PNS Pemkab Pasuruan Kendat, Pernah Ajak Istri Minum Baygon

Peristiwa nahas ini diketahui pertama kali oleh istri korban sekitar pukul 07.30.

Diduga Ngantuk, Pasutri Tabrak Truk Parkir di Kraton, Suami Tewas

Siang itu pasutri itu dari Polres Pasuruan untuk mengurus SKCK dan berencana pulang

Kemenhub Minta Tambah Penguji di Balai Uji Kir Kraksaan

Balai Uji Kir Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, mendapatkan catatan dari tim akreditasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Ratusan Petani di Kota Probolinggo Terancam Tak Dapat Pupuk Subsidi

Sebab, mereka tidak terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

KONI Kab Pasuruan Digerojok Rp 5,4 M

Prestasi dunia olahraga di Kabupaten Pasuruan harus lebih baik tahun depan.