alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Balai Desa Winongan Lor yang Dibuat Konsep Jawa, Berharap Pelayanan Desa Semakin Baik

Infrastruktur menjadi aset utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bagusnya infrastruktur ikut membuat perekonomian terdongkrak. Namun, pembangunannya harus mengutamakan usulan dari tingkat bawah.

 

PEMBANGUNAN infrastruktur harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itulah yang disepakati Kades Winongan Lor Eko Suprianto. Setiap tahunnya, pemerintahan desa yang dipimpinnya  selalu mengakomodasi aspirasi yang disampaikan warga melalui Musrenbang dusun hingga Musrenbang desa. Dari Musrenbang itulah akan muncul kesepakatan bersama dalam menentukan kebijakan pembangunan.

Usulan tersebut menjadi prioritas, sehingga hasil pembangunan sesuai target dan sasaran. “Pembangunan infrastuktur harus bisa dirasakan merata di semua dusun,” ujarnya.

Dia mengambil contoh seperti tahun 2018. Saat itu ada usulan membangun jalan permukiman yang masih berupa tanah dan belum tersentuh infrastruktur layak di 4 dusun. “Akses jalan yang kurang layak, dulunya menjadi hambatan warga saat aktivitas. Kini sudah lebih mudah dan dekat sehingga aktivitas terasa lebih efektif,” beber Eko Suprianto.

Tak hanya jalan, ada pula sumur artesis yang dibangun dan membantu warga sekitar. Sebab, sumur artesis bisa mencukupi kebutuhan air. “Dengan adanya tambahan sumur bor ini, otomatis membantu dan mempermudah warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari,” ujarnya

Selain itu, program pembangunan untuk sosial juga turut diperhatikan, semisal pembangunan rumah tak layak huni (RTLH) di tahun 2018 sebanyak 5 unit, ditambah tahun 2019 sekitar 7 unit. Sehingga, kini total sudah ada 12 unit rumah yang sudah layak huni.

Selain dari dana desa, pemerintah desa juga mendapat suntikan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Salah satu bentuknya, rehab balai desa tahun 2018. Bahkan, di tahun 2019 desa mendapat bantuan dari Pemprov Jatim untuk pembangunan gapura, pagar, atap kanopi, dan pavingisasi halaman kantor desa.

“Sebelum ada bantuan ini, bangunan kurang layak. Akibatnya, pelayanan sering kali terganggu. Setelah dibangun, segala pelayanan bisa lebih optimal dan warga yang berkepentingan juga merasa lebih nyaman. Saat ini di balai desa, masih dalam proses pengerjaan seperti gapura dan pagar. Mudah-mudahan pagar yang kami bangun dengan kosep kerajaan Jawa ini, kian membuat nyaman. Kosep ini juga untuk melestarikan budaya tradisi Jawa,” tambahnya.

TANPA KOREKSI: Kepala Desa Winongan Lor menyerahkan dokumen LKPj kepada Sumarno, selaku ketua BPD Sidepan yang disaksikan Muspika dan seluruh elemen masyarakat. (Foto: Edwan Abdi Wiratama/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Jaga Solidaritas Pemdes-BPD-Masyarakat

 

KEBERHASILAN kinerja Pemdes tak luput dari peran partisipasi masyarakat untuk ikut andil terlibat. Solidaritas dan kebersamaan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam membangun desa untuk mewujudkan harapan bersama.

Komitmen inilah yang selalu dipegang teguh dalam menjalankan tugas dan amanah selaku pelayan masyarakat. Hasilnya, melalui penyampaikan laporan kegiatan pertanggungjawaban selama satu priode pemerintah desa, diterima dengan baik oleh seluruh lapisan elemen masyarakat. Tak terkecuali BPD Winongan Loryang bertugas mengontrol desa.

Kades Winongan Lor Eko Suprianto mengatakan, tingkat keberhasilan yang paling utama adalah keterlibatan secara aktif atas partisipasi masyarakat. “Partisipasi warga sangat tinggi terbukti saat melakukan kegiatan musyawarah tingkat dusun hingga tingkat desa. Seluruh masyarakat sangat aktif ikut terlibat dan berperan untuk desa,” katanya

Adapun keberhasilan yang sudah tercapai selama ini yaitu pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembinaan dan pelatihan pelaku usaha. Setiap tahun selalu ada kegiatan untuk warga mengembangkan skill-nya di bidang usaha. Selain itu, mereka juga dibekali dengan bantuan alat usaha, sehingga bisa lebih optimal dalam mengembangkan usaha yang ditekuni.

“Sebagain warga sudah banyak yang berhasil menekuni usaha yang telah dirintis. Hasilnya, ekonomi warga menjadi kuat dan mandiri,” ujarnya

Partisipasi masyarakat yang aktif dalam keikutsertaan membangun desa. Terbukti dengan prestasi yang diraih dalam beberapa waktu lalu. Seperti penghargaan dari tingkat kecamatan, juara dua pelaksanaan Musrenbang Desa dengan tingkat partisipasi seluruh elemen, tokoh, pemuda, dan lainnya yang ikut terlibat aktif. (ed/fun)

Infrastruktur menjadi aset utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bagusnya infrastruktur ikut membuat perekonomian terdongkrak. Namun, pembangunannya harus mengutamakan usulan dari tingkat bawah.

 

PEMBANGUNAN infrastruktur harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itulah yang disepakati Kades Winongan Lor Eko Suprianto. Setiap tahunnya, pemerintahan desa yang dipimpinnya  selalu mengakomodasi aspirasi yang disampaikan warga melalui Musrenbang dusun hingga Musrenbang desa. Dari Musrenbang itulah akan muncul kesepakatan bersama dalam menentukan kebijakan pembangunan.

Usulan tersebut menjadi prioritas, sehingga hasil pembangunan sesuai target dan sasaran. “Pembangunan infrastuktur harus bisa dirasakan merata di semua dusun,” ujarnya.

Dia mengambil contoh seperti tahun 2018. Saat itu ada usulan membangun jalan permukiman yang masih berupa tanah dan belum tersentuh infrastruktur layak di 4 dusun. “Akses jalan yang kurang layak, dulunya menjadi hambatan warga saat aktivitas. Kini sudah lebih mudah dan dekat sehingga aktivitas terasa lebih efektif,” beber Eko Suprianto.

Tak hanya jalan, ada pula sumur artesis yang dibangun dan membantu warga sekitar. Sebab, sumur artesis bisa mencukupi kebutuhan air. “Dengan adanya tambahan sumur bor ini, otomatis membantu dan mempermudah warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari,” ujarnya

Selain itu, program pembangunan untuk sosial juga turut diperhatikan, semisal pembangunan rumah tak layak huni (RTLH) di tahun 2018 sebanyak 5 unit, ditambah tahun 2019 sekitar 7 unit. Sehingga, kini total sudah ada 12 unit rumah yang sudah layak huni.

Selain dari dana desa, pemerintah desa juga mendapat suntikan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Salah satu bentuknya, rehab balai desa tahun 2018. Bahkan, di tahun 2019 desa mendapat bantuan dari Pemprov Jatim untuk pembangunan gapura, pagar, atap kanopi, dan pavingisasi halaman kantor desa.

“Sebelum ada bantuan ini, bangunan kurang layak. Akibatnya, pelayanan sering kali terganggu. Setelah dibangun, segala pelayanan bisa lebih optimal dan warga yang berkepentingan juga merasa lebih nyaman. Saat ini di balai desa, masih dalam proses pengerjaan seperti gapura dan pagar. Mudah-mudahan pagar yang kami bangun dengan kosep kerajaan Jawa ini, kian membuat nyaman. Kosep ini juga untuk melestarikan budaya tradisi Jawa,” tambahnya.

TANPA KOREKSI: Kepala Desa Winongan Lor menyerahkan dokumen LKPj kepada Sumarno, selaku ketua BPD Sidepan yang disaksikan Muspika dan seluruh elemen masyarakat. (Foto: Edwan Abdi Wiratama/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Jaga Solidaritas Pemdes-BPD-Masyarakat

 

KEBERHASILAN kinerja Pemdes tak luput dari peran partisipasi masyarakat untuk ikut andil terlibat. Solidaritas dan kebersamaan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam membangun desa untuk mewujudkan harapan bersama.

Komitmen inilah yang selalu dipegang teguh dalam menjalankan tugas dan amanah selaku pelayan masyarakat. Hasilnya, melalui penyampaikan laporan kegiatan pertanggungjawaban selama satu priode pemerintah desa, diterima dengan baik oleh seluruh lapisan elemen masyarakat. Tak terkecuali BPD Winongan Loryang bertugas mengontrol desa.

Kades Winongan Lor Eko Suprianto mengatakan, tingkat keberhasilan yang paling utama adalah keterlibatan secara aktif atas partisipasi masyarakat. “Partisipasi warga sangat tinggi terbukti saat melakukan kegiatan musyawarah tingkat dusun hingga tingkat desa. Seluruh masyarakat sangat aktif ikut terlibat dan berperan untuk desa,” katanya

Adapun keberhasilan yang sudah tercapai selama ini yaitu pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembinaan dan pelatihan pelaku usaha. Setiap tahun selalu ada kegiatan untuk warga mengembangkan skill-nya di bidang usaha. Selain itu, mereka juga dibekali dengan bantuan alat usaha, sehingga bisa lebih optimal dalam mengembangkan usaha yang ditekuni.

“Sebagain warga sudah banyak yang berhasil menekuni usaha yang telah dirintis. Hasilnya, ekonomi warga menjadi kuat dan mandiri,” ujarnya

Partisipasi masyarakat yang aktif dalam keikutsertaan membangun desa. Terbukti dengan prestasi yang diraih dalam beberapa waktu lalu. Seperti penghargaan dari tingkat kecamatan, juara dua pelaksanaan Musrenbang Desa dengan tingkat partisipasi seluruh elemen, tokoh, pemuda, dan lainnya yang ikut terlibat aktif. (ed/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/