Mulai Bersih-bersih Anak Sungai Wrati

BERSIH-BERSIH: Petugas Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan saat melakukan bersih-bersih anak sungai Wrati di Kebonsari, Desa Legok, Kecamatan Gempol. (Foto: Istimewa)

Related Post

BEJI – Banyaknya tanaman enceng gondok di aliran sungai Wrati, pelan-pelan mulai ditangani. Bersih-bersih sungai mulai dilakukan Pemkab Pasuruan, meski belum menyentuh seluruh aliran sungai.

Saat ini, baru anak sungai Wrati yang dibersihkan. Sementara pembersihan sungai Wrati, masih menunggu pemilik kewenangan yakni BBWS.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka menjelaskan, pembersihan enceng gondok di anak sungai Wrati mulai dilakukan. Pembersihan ini sebagai tindak lanjut keluhan masyarakat atas banyaknya tanaman enceng gondok di sungai.

“Yang kami tangani adalah anak sungai Wrati di Kebonsari, Desa Legok, Kecamatan Gempol. Pembersihan kami lakukan agar sungai setempat bebas dari enceng gondok,” kata Hanung.

Langkah ini dimaksudkan agar aliran sungai setempat lancar. Sehingga, ancaman banjir di wilayah setempat bisa diminimalisir.

Pembersihan juga dilakukan sambil menunggu langkah bersih-bersih yang dilakukan BBWS Brantas. Sebab, pihak BBWS Brantas merencanakan untuk melakukan bersih-bersih sungai Wrati pada Oktober 2018.

“Kami mengawali. Tapi, sesuai kewenangan kami. Yakni, di anak sungai Wrati. Sementara untuk sungai Wrati, menunggu BBWS selaku pemilik kewenangan. Rencananya, Oktober akan direalisasikan,” sambung dia.

Seperti yang pernah diberitakan, tumbuh suburnya enceng gondok di sungai Wrati, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, disoal warga. Enceng gondok tersebut menutupi sungai dan menghambat aliran sungai.

Warga khawatir, kondisi itu berlangsung hingga musim hujan. Dampaknya bisa berisiko banjir. Mengingat, air yang tak bisa mengalir dengan lancar, bisa meluber ke perkampungan. (one/hn)