alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Ibu-Ibu Blokade Akses Proyek Pabrik Jagung di Kepulungan Gempol

GEMPOL – Sejumlah warga yang didominasi ibu-ibu dari Dusun Kepulungan dan Kedamaian, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jumat pagi (19/7), melurug lokasi proyek pembangunan pabrik jagung di desa setempat. Mereka menuntut kompensasi atas pembangunan proyek di kawasan setempat.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Ibu-ibu itu datang dengan membawa sejumlah poster berisi sejumlah tuntutan. Di antaranya “Segera berikan kami kompensasi atau hentikan proyek,”.

Ibu-ibu itu langsung memblokade akses masuk ke proyek. Mereka duduk-duduk sambil menutup akses proyek dengan kayu dan poster berisi sejumlah tuntutan.

Adanya aksi itu membuat sebagian pekerja proyek tak bisa melakukan aktivitas. “Proyeknya sudah berjalan sekitar dua bulan terakhir, rencananya untuk pabrik tepung jagung. Kami menggelar aksi ini untuk menuntut kompensasi atas adanya proyek tersebut,” kata Mustofa, 51, warga Dusun/ Desa Kepulungan.

Menurut Mustofa, keberadaan proyek itu cukup mengganggu warga. Sebab, menimbulkan suara bising serta debu yang kian dikeluhkan warga.

“Di dusun ini, ada 68 KK yang terdampak. Kami berharap masing-masing KK harus dapat kompensasi dan segera bisa direalisasikan,” tuntutnya.

Beberapa tuntutan itu di antaranya pengadaan sumur bor untuk warga, ada juga pemberian sembako seminggu sekali, atau uang sebesar Rp 500 ribu untuk tiap KK yang terdampak.

Saat aksi berlangsung, digelar mediasi antara warga terdampak dengan perwakilan PT Cargill. Ikut dalam mediasi itu dari Polsek dan Koramil Gempol.

Mediasi tertutup itu berjalan sekitar 15 menit. Hasilnya, PT Cargill sebagai pemilik pabrik sedang dibangun tersebut bakal merespons tuntutan warga.

“Perusahaan menampung dan menindaklanjuti tuntutan warga. Nanti bentuknya berupa pasar murah dan paket sembako. Rencananya direalisasikan pada awal Agustus nanti,” terang Purnomo, legal PT Cargill.

Selain itu, persoalan debu juga bakal jadi perhatian. “Kami akan merekrut pekerja dari warga setempat untuk membersihkan debu di rumah warga selama proyek berlangsung,” imbuh Purnomo.

Mendengar penjelasan itu, perwakilan sejumlah warga pun akhirnya bersedia bubar. Aktivitas proyek pun kembali berjalan dengan lancar. (zal/mie)

GEMPOL – Sejumlah warga yang didominasi ibu-ibu dari Dusun Kepulungan dan Kedamaian, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jumat pagi (19/7), melurug lokasi proyek pembangunan pabrik jagung di desa setempat. Mereka menuntut kompensasi atas pembangunan proyek di kawasan setempat.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Ibu-ibu itu datang dengan membawa sejumlah poster berisi sejumlah tuntutan. Di antaranya “Segera berikan kami kompensasi atau hentikan proyek,”.

Ibu-ibu itu langsung memblokade akses masuk ke proyek. Mereka duduk-duduk sambil menutup akses proyek dengan kayu dan poster berisi sejumlah tuntutan.

Adanya aksi itu membuat sebagian pekerja proyek tak bisa melakukan aktivitas. “Proyeknya sudah berjalan sekitar dua bulan terakhir, rencananya untuk pabrik tepung jagung. Kami menggelar aksi ini untuk menuntut kompensasi atas adanya proyek tersebut,” kata Mustofa, 51, warga Dusun/ Desa Kepulungan.

Menurut Mustofa, keberadaan proyek itu cukup mengganggu warga. Sebab, menimbulkan suara bising serta debu yang kian dikeluhkan warga.

“Di dusun ini, ada 68 KK yang terdampak. Kami berharap masing-masing KK harus dapat kompensasi dan segera bisa direalisasikan,” tuntutnya.

Beberapa tuntutan itu di antaranya pengadaan sumur bor untuk warga, ada juga pemberian sembako seminggu sekali, atau uang sebesar Rp 500 ribu untuk tiap KK yang terdampak.

Saat aksi berlangsung, digelar mediasi antara warga terdampak dengan perwakilan PT Cargill. Ikut dalam mediasi itu dari Polsek dan Koramil Gempol.

Mediasi tertutup itu berjalan sekitar 15 menit. Hasilnya, PT Cargill sebagai pemilik pabrik sedang dibangun tersebut bakal merespons tuntutan warga.

“Perusahaan menampung dan menindaklanjuti tuntutan warga. Nanti bentuknya berupa pasar murah dan paket sembako. Rencananya direalisasikan pada awal Agustus nanti,” terang Purnomo, legal PT Cargill.

Selain itu, persoalan debu juga bakal jadi perhatian. “Kami akan merekrut pekerja dari warga setempat untuk membersihkan debu di rumah warga selama proyek berlangsung,” imbuh Purnomo.

Mendengar penjelasan itu, perwakilan sejumlah warga pun akhirnya bersedia bubar. Aktivitas proyek pun kembali berjalan dengan lancar. (zal/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/