alexametrics
28.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Lima Bulan, 157 Warga Kota Probolinggo Kena DBD, 2 Meninggal

PROBOLINGGO – Musim hujan yang mulai berkurang, tidak membuat Kota Probolinggo bebas dari demam berdarah. Di masa peralihan musim, penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih mengancam.

Dari data Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, selama lima bulan terakhir sampai dengan 6 Mei, tercatat 157 penderita demam berdarah di kota. Selama lima bulan itu, dua penderita meninggal.

Pasien demam berdarah terbanyak berasal dari Kelurahan Kademangan. Yaitu, 54 penderita dan satu orang meninggal dunia.

Kemudian, Kelurahan Kanigaran sebanyak 44 penderita. Selanjutnya, Kelurahan Mayangan ada 29 penderita dan satu meninggal dunia. Disusul Kelurahan Kedopok sebanyak 18 penderita dan terakhir Kelurahan Wonoasih ada 12 penderita.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya sudah berupaya melakukan beberapa pencegahan. Seperti, mengeluarkan surat edaran tentang pemberantasan sarang nyamuk, kerja bakti pemberantasan sarang nyamuk, dan talkshow pencegahan demam berdarah yang dilakukan di salah satu radio di Kota Probolinggo.

Namun, selama ini belum dilakukan fogging. Sebab, fogging memiliki syarat yang harus dipenuhi. Di antaranya, ditemukannya satu penderita demam berdarah. Lalu, di sekitarnya juga ada minimal tiga orang yang menderita panas dan angka bebas jentik kurang dari 95 persen.

“Sebelum fogging,tindakan pencegahan yang dilakukan adalah peyuluhan dan pemberantasan sarang nyamuk yang dilakukan di lingkungan kerja dan rumah masing–masing,” ujarnya. (mg1/hn)

PROBOLINGGO – Musim hujan yang mulai berkurang, tidak membuat Kota Probolinggo bebas dari demam berdarah. Di masa peralihan musim, penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih mengancam.

Dari data Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, selama lima bulan terakhir sampai dengan 6 Mei, tercatat 157 penderita demam berdarah di kota. Selama lima bulan itu, dua penderita meninggal.

Pasien demam berdarah terbanyak berasal dari Kelurahan Kademangan. Yaitu, 54 penderita dan satu orang meninggal dunia.

Kemudian, Kelurahan Kanigaran sebanyak 44 penderita. Selanjutnya, Kelurahan Mayangan ada 29 penderita dan satu meninggal dunia. Disusul Kelurahan Kedopok sebanyak 18 penderita dan terakhir Kelurahan Wonoasih ada 12 penderita.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya sudah berupaya melakukan beberapa pencegahan. Seperti, mengeluarkan surat edaran tentang pemberantasan sarang nyamuk, kerja bakti pemberantasan sarang nyamuk, dan talkshow pencegahan demam berdarah yang dilakukan di salah satu radio di Kota Probolinggo.

Namun, selama ini belum dilakukan fogging. Sebab, fogging memiliki syarat yang harus dipenuhi. Di antaranya, ditemukannya satu penderita demam berdarah. Lalu, di sekitarnya juga ada minimal tiga orang yang menderita panas dan angka bebas jentik kurang dari 95 persen.

“Sebelum fogging,tindakan pencegahan yang dilakukan adalah peyuluhan dan pemberantasan sarang nyamuk yang dilakukan di lingkungan kerja dan rumah masing–masing,” ujarnya. (mg1/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/