Pandemi Korona, Ini Daftar Wisata di Pasuruan yang Ditutup dan Tetap Buka

WINONGAN, Radar Bromo – Untuk menekan penyebaran virus korona, terhitung mulai Kamis (19/03) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan menutup tempat wisata yang dikelola Pemkab. Selain itu, beberapa tempat wisata swasta juga mulai menyetop kunjungan wisata.

Gunawan Wicaksono, sekretaris Disparbud Kabupaten Pasuruan mengatakan, penutupan tempat wisata ini sesuai dengan edaran Bupati Nomor: 110/160/424.013/2020 terkait kewaspadaan terhadap Covid-19 dan juga melalui koordinasi dengan Asisten dan Kesra.

PROTOKOLER KESEHATAN: Pengunjung cuci tangan sebelum masuk kawasan wisata Ngopi Bareng Pintu Langit, Prigen, Rabu (18/3). (Rizal Syatori/Radar Bromo)

“Setelah dirapatkan, akhirnya kami melakukan langkah-langkah dengan menutup tempat wisata yang dibawahi Pemkab Pasuruan. Juga ada imbauan ke tempat wisata yang dikelola intansi lain,” terang Gunawan.

Penutupan ini dimulai sejak Kamis (19/3) sampai 31 Maret mendatang. Gunawan mengatakan, penutupan ini melihat situasi dan kondisi terkait pandemi virus korona. Dan juga melihat kebijakan di daerah lain yang juga menutup tempat wisata.

Sejumlah tempat wisata yang dikelola pemkab itu yakni Pemandian Alam Banyubiru, Ranu Grati, Museum Kabupaten Pasuruan di Pandaan, dan Pos Pintu Masuk Tosari ke Bromo.

Selain menutup tempat wisata yang dikelola Pemkab Pasuruan, Gunawan menerangkan, sudah ada sejumlah tempat wisata yang melaporkan ke Disparbud bahwa juga sudah menutup untuk wisatawan.

“Di antara yang sudah melakukan menutupan yaitu TNBTS, Kebun Raya Purwodadi, Taman Dayu Waterpark, Tretes TreeTop, Air Terjun Kakek Bodo, Air terjun Putuk Trono, dan Bukit Flora,” terangnya.

Ada juga Kebun Pak Budi dan Saygon Waterpark yang juga menutup tempat wisata di hari biasa. Namun, untuk Sabtu dan Minggu masih memilih buka.

Sedangkan tempat wisata lain yaitu Taman Safari II Prigen, Bhakti Alam, Kaliandra Sejati, Pintu Langit, Cimory, dan Kebun Kurma masih tetap buka seperti biasa. “Untuk tempat yang masih buka atau buka saat akhir pekan saja, kami wajibkan menerapkan protokol kesehatan bagi karyawan dan pengunjung,” ujarnya.

Protokol kesehatan ini wajib ada alat pengukur suhu sampai menyiapkan hand sanitizer. Gunawan sendiri mengimbau masyarakat juga tetap menjaga diri dan menghindari kerumunan. Menjaga kebersihan sampai menjaga pola hidup sehat.

Sementara itu, Farid, manajer wisata Ngopi Bareng Pintu Langit di Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, mengaku pihaknya menjalankan protokoler kesehatan. “Kami tetap buka normal, tiap pengunjung yang datang kami anjurkan dan arahkan untuk cuci tangan dulu sebelum masuk. Juga periksa suhu badan, serta sarankan bawah atau pakai masker,” tukasnya.

Diakui Farid, pandemi korona berdampak pada anjloknya wisatawan. Penurunannya, sekitar 15-25 persen. “Pengunjungnya memang turun. Tapi, tidak terlalu drastis. Ini wajar dan kami rasa juga terjadi di tempat wisata yang lain. Imbas merebaknya Covid-19,” ujarnya. (eka/zal/mie)