Terlalu Lama, Warga Pertanyakan Penerbitan Sertifikat Pengganti

PASURUAN – Pelayanan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pasuruan mendapat keluhan dari warga lantaran lamanya pengurusan sertifikat. Pasalnya, pengurusan berupa sertifikat pengganti yang dilakukan sejak 2016 silam, hingga kini tak kunjung selesai.

Keluhan itu salah satunya disampaikan Muhammad Nasrul, warga Kota Malang. Selasa (19/2), dia akhirnya mendatangi kantor BPN Kabupaten Pasuruan di Jalan Pahlawan. Ia meminta kejelasan BPN terkait janji segera menerbitkan sertifikat pengganti sebuah lahan di Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan.

Nasrul mengungkapkan, kedatangan dirinya untuk menagih janji BPN pada Oktober 2016 silam. Sebab BPN sempat berjanji bakal melakuan pengukuran ulang dan pembatalan sertifikat pada sertifikat yang dimiliki oleh Bagiyono pada lahan seluas 675 meter persegi.

Ia menyebut dirinya mendapatkan kuasa dari ahli waris Alifah pada 2016 silam untuk mengurus sertifikat pengganti pada lahan seluas 850 meter persegi di Desa Warungdowo. Dalam sertifikat hak milik (SHM) yang diterbitkan pada 2001 diketahui jika luas tanah secara keseluruhan 1.425 meter persegi.

Masalah muncul sebab sertifikat untuk sisa tanah seluas 675 meter persegi atas nama Bagiyono, warga Desa Warungdowo tidak melalui pemecahan sertifikat. Pada sertifikat yang diterbitkan 2013 lalu itu, diketahui jika sertifikat yang dimiliki oleh Bagiyono diterbitkan melalui program nasional oleh BPN setempat.

Hal ini membuat penerbitan sertifikat pengganti terkendala. Sebab, BPN beranggapan sertifikat kepemilikan tanah bertumpuk dan penerbitan sertifikat pengganti hanya bisa dilakukan jika Bagiyono bersedia melakukan pencabutan.

“Yang saya persoalkan ini pelayanan BPN terkait penerbitan sertifikat pengganti untuk lahan seluas 850 meter persegi. Sebab, hampir tiga tahun tidak ada kejelasan. Cuma pihak BPN menjelaskan jika Bagiyono mulai goyang untuk melakukan pencabutan” jelasnya.

Kasi Pengukuran Tanah pada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pasuruan, Ali Mashudi enggan berkomentar banyak terkait keluhan Muhammad Nasrul. Menurutnya, BPN bakal segera membantunya dengan melakukan pengukuran tanah.

“Sudah tidak ada masalah. Kami berkomitmen untuk membantu pak Nasrun. Kamis besok (21/2), kami bakal ke lokasi untuk melakukan pengukuran,” jelasnya saat ditemui di kantor BPN setempat. (riz/fun)