Rencana Pendirian RSUD Baru, Begini Penjelasan Wali Kota

MAYANGAN – Rencana membangun rumah sakit baru kembali disampaikan Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin. Ia berharap, rumah sakit itu akan menjadi rumah sakit rujukan di daerah tapal kuda, sesuai visi-misinya.

Apalagi, RSUD dr. Mohamad Saleh saat ini sering overload, hingga pasien tidak dapat ditangani di ruangan. Di sisi lain, RSUD tidak boleh menolak pasien.

“Karena itu, rumah sakit harus diperluas. Jadi, kami akan membangun RSUD baru di wilayah selatan,” tambahnya.

Saat ini menurutnya, pihaknya masih melakukan kajian dan anggaran yang dibutuhkan. Tak hanya biaya pembangunan fisik, biaya kelengkapan sarana dan prasarana penunjang sebuah rumah sakit, juga perlu dikaji dan dihitung. “Kalau semuanya sudah oke, baru dimulai. Persiapannya harus dimatangkan dulu,” katanya.

Sementara itu, dr. Rubiyati, direktur RSUD dr. Mohamad Saleh membenarkan RSUD yang dipimpinnya, sering overload. Meski begitu, pihaknya tidak pernah menolak, apalagi menelantarakan pasien.

Seluruh pasien baik warga kota ataupun kabupaten, diterima. Jika ruangan penuh, pasien untuk sementara dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Memang, Selasa (19/02), menurutnya, sempat ada informasi RSUD tidak menangani pasien demam berdarah yang datang, hingga empat hari lamanya. Menurutnya, hal itu tidak benar.

Pihaknya selama ini tidak pernah menelantarkan pasien. Apalagi pasien demam berdarah. Saat ini menurutnya, ada tiga pasien demam berdarah yang dirawat di RSUD. Dan, semuanya dalam proses pemulihan. “Memang ada tiga pasien demam berdarah. Semuanya sudah kami tangani. Masih pemulihan,” tuturnya.

Pada pemerintah sebelumnya, menurutnya, wacana membangun RSUD juga pernah ada. Namun, memang belum terealisasi. Menurut Rubiyati, pembangunan rumah sakit membutuhkan dana yang cukup besar. Sementara sebelumnya, dana yang ada tidak mencukupi.

“Pemerintah belum punya dana waktu itu. Termasuk perluasan rumah sakit ini kan masih proses. Terkait dengan pembangunan rumah sakit baru memang memerlukan dana yang cukup besar. Namun, jika pemerintah siap, bagi saya tidak masalah,” ujarnya. (rpd/hn)