Kades Se-Kecamatan Sukapura Belajar IDM ke Desa Ngroto, Pujon

MALANG – Memiliki tiga desa tertinggal, membuat Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, bertekad meningkatkan Indeks Desa Membangun (IDM) yang dimiliki. Sebanyak 12 kepala desa se-Kecamatan Sukapura pun studi banding tentang peningkatan IDM ke Desa Ngroto, Pujon, Kabupaten Malang.

Desa Ngroto sendiri sudah dua tahun ini menjadi desa yang memiliki nilai tertinggi IDM se-Indonesia. Prayogi, kepala Desa Ngroto menjelaskan, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menaikan IDM.

Yaitu, meningkatkan SDM. Sebab, tanpa dukungan sumber daya yang bagus, tidak akan bisa meningkatkan IDM. “Pertama SDM yang harus dirombak. Setelah itu, partisipasi masyarakat. Selanjutnya, pemetaan potensi di desa. Setelah itu, baru perencanaan pembangunan,” terangnya.

Selain itu, tiga indikator pembangunan, menurut Prayogi, harus dikelola dengan baik. Yaitu, ketahanan sosial, lingkungan, dan ekonomi.

“Jika tiga komponen itu dikelola dengan baik, maka secara tidak langsung IDM desa akan meningkat,” tuturnya.

Perlu diketahui, Desa Ngroto mendapatkan IDM tinggi hanya dalam waktu tiga tahun. Yaitu, mulai 2013. Mulai saat itu Prayogi mengubah gaya pemerintahan di desa. Ia merombak semua dan menata desa lebih baik. Sehingga, sampai saat ini menjadi desa dengan IDM tertinggi dua tahun berturut turut. Yaitu 2017-2018.

Rombongan kades itu sendiri didampingi oleh para bendahara desa dan pendamping desa. Ikut pula Camat Sukapura Yulius Christian dan beberapa staf kecamatan. Mereka berangkat dari Probolinggo pukul 08.00 dan sampai di lokasi sekitar pukul 13.00.

Yulius mengatakan, kunjungan itu untuk menimba ilmu mengenai peningkatan IDM. Sehingga, desa yang ada di Sukapura bisa meningkat dan bisa menjadi desa mandiri.

“Kami datang ke sini untuk menimba ilmu. Sebab, Desa Ngroto ini menjadi desa yang IDM-nya tertinggi. Karena itu kami ingin bisa meniru, sehingga desa yang ada di Sukapura menjadi desa mandiri,” tuturnya.

Yulius menambahkan, sangat mengagumi capaian Desa Ngroto. Sebab, pemerintah desanya mampu meraih IDM tertinggi secara singkat. Selain itu, mampu mempertahankan secara nasional selama dua periode.

“Kami sangat terkesan dengan capaian yang didapat Desa Ngroto. Karena telah menjadi desa dengan IDM tertinggi. Selain itu juga mampu dengan cepat mengubah keadaan desanya,” ujarnya.

Budi Cahyono, ketua Paguyuban Kepala Desa Se-Kecamatan Sukapura menyampaikan hal serupa. Menurutnya, capaian Desa Ngorot perlu ditiru. Karena itu, pihaknya datang dengan tujuan menimba ilmu. Bagaimana caranya bisa meningkatkan IDM di desa.

“Tujuan kami yang utama dan paling utama yaitu ingin menimba ilmu untuk meningkatkan IDM di desa kami. Sehingga, tidak ada desa tertinggal di Sukapura. Juga mampu menjadi desa mandiri,” katanya. (sid/hn)