alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Thursday, 3 December 2020

Tiga Pemerintah Daerah di Pasuruan-Probolinggo Raih Penghargaan Swasti Saba

RADAR BROMO – Tiga pemerintah daerah di wilayah edar Jawa Pos Radar Bromo berhasil meraih penghargaan Swasti Saba 2019. Penghargaan bidang Kota/Kabupaten Sehat itu rencananya akan diberikan hari ini di kantor Kementerian Dalam Negeri RI di Jakarta.

Ketiga pemerintah daerah tersebut masing-masing Pemkot Pasuruan serta Pemkab Pasuruan-Probolinggo. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilannya menyelenggarakan kota sehat. Pemberian penghargaan itu akan digelar di Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, hari ini.

Untuk Pemkot Pasuruan, rencananya penghargaan akan diterima langsung Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo. Dia juga didampingi Kepala Bappelitbangda Kota Pasuruan Djoko Adri Srijono; Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Shierly Marlena, dan Ketua Forum Komunikasi Kota Sehat (FKKS) Kota Pasuruan Dies Nurhayati.

Plt Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr Shierly Marlena menyebut, ada enam tatanan yang dipenuhi Pemkot sehingga meraih penghargaan itu. Di antaranya kawasan permukiman dan sarana-prasarana, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan sosial yang sehat.

Serta pelayanan transportasi dan lalu lintas sehat, industri dan perkantoran sehat. Juga tercapainya 50 persen ODF atau bebas buang air besar sembarangan dari seluruh kelurahan yang ada. “Tingkat ODF di Kota Pasuruan saat ini mencapai 53 persen,” ungkap Shierly.

Hal yang sama diungkapkan Agung Basuki, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan. Dia membenarkan bahwa kemarin (18/11) dirinya ikut berangkat ke Jakarta untuk mendampingi Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf yang diundang oleh KemendagRI untuk menerima penghargaan Swasti Saba hari ini.

“Ya hari ini (kemarin) sudah berangkat ke Jakarta untuk mendapatkan penghargaan Swasti Saba. Nanti yang menerima Pak Bupati dan saya hanya mendampingi saja,” terangnya.

Kendati begitu, Agung masih belum tahu detail terkait siapa yang bakal memberikan penghargaan nantinya. Namun, Penghargaan Swasti Saba sendiri adalah penghargaan yang diberikan kepada daerah terkait layanan kota sehat kepada masyarakat.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan sudah melakukan penilaian terkait Swasti Saba pada bulan September lalu. Paling tidak, minimal daerah harus ada 6 tatanan yang harus dicukupi. Di antaranya sarana prasarana dan permukiman, kawasan hutan yang sehat, lalu lintas yang sehat, dan layanan transportasi, pariwisata yang sehat, kawasan pangan dan gizi yang sehat, serta kehidupan masyarakat yang sehat mandiri dan kehidupan sosial yang sehat.

Beralih ke Kabupaten Probolinggo, penghargaan Swasti Saba ini bukan hal baru bagi pemkab. Penghargaan ini merupakan penghargaan yang kedua, yang pertama pada 2015 lalu. Penghargaan ini juga akan diterima Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Kominfo) Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengatakan, Kabupaten Probolinggo kembali dinobatkan sebagai kabupaten sehat. “Pertama kami mendapatkan penghargaan tersebut pada 2015 lalu. Dan sekarang, kami kembali menerima penghargaan itu,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, penghargaan Swasti Saba diberikan setiap dua tahun sekali. Pemkab pernah tidak mendapatkan penghargaan pada 2017 lalu. “Dua tahun sekali. Tetapi, pada tahun 2017 itu kami tidak mendapatkan, ” kata pria yang akrab disapa Yulius itu.

Mantan Camat Sukapura itu menjelaskan, penghargaan yang diterima pada tahun ini sama dengan tahun 2015 lalu. Yaitu, penghargaan dengan kategori dua tatanan. Tatanan pertama yakni tatanan pemukiman sarana dan prasarana dan yang kedua adalah tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri.

“Ini penghargaannya tingkat nasional. Dengan dua tatanan. Kalau tidak salah ini seperti pada penghargaan sebelumnya yang kami terima,” jelasnya.

Pada tahun depan dan 2021, pihaknya akan berupaya meningkatkan kategori. Yaitu, mengejar penghargaan Swasti Saba dengan kategori tiga tatanan. Dengan menambah tatanan pariwisata sehat. Sebelum ke tingkat nasional, pihaknya harus lolos di tingkat provinsi terlebih dulu.

“Ke depan kami akan meningkatkan kategori. Kami akan menambahkan tatanan pariwisata sehat. Tentunya, ini harus ada keterlibatan semua elemen. Sehingga, bisa terwujud,” jelasnya. (tom/eka/sid/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

PNS Pemkab Pasuruan Kendat, Pernah Ajak Istri Minum Baygon

Peristiwa nahas ini diketahui pertama kali oleh istri korban sekitar pukul 07.30.

Diduga Ngantuk, Pasutri Tabrak Truk Parkir di Kraton, Suami Tewas

Siang itu pasutri itu dari Polres Pasuruan untuk mengurus SKCK dan berencana pulang

Kemenhub Minta Tambah Penguji di Balai Uji Kir Kraksaan

Balai Uji Kir Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, mendapatkan catatan dari tim akreditasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Ratusan Petani di Kota Probolinggo Terancam Tak Dapat Pupuk Subsidi

Sebab, mereka tidak terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

KONI Kab Pasuruan Digerojok Rp 5,4 M

Prestasi dunia olahraga di Kabupaten Pasuruan harus lebih baik tahun depan.