Resmi, Bromo-Semeru Ditutup sampai 31 Maret

SUKAPURA, Radar Bromo – Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akhirnya menutup sementara destinasi wisata yang ada di bawah naungannya. Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti arahan pemerintah pusat dalam mencegah penyebaran Covid-19 atau virus korona. Penutupan itu dilakukan mulai hari ini dan akan dibuka pada 1 April.

Sarmin, kepala Seksi Wilayah Satu TNBTS mengatakan, penutupan dilakukan mulai Kamis sampai Selasa (19-31/3) mendatang. Penutupan itu tujuannya untuk menjegah penyebaran virus korona di lokasi wisata. “Iya kami tutup. Penutupan ini sifatnya sementara sesuai dengan imbauan pemerintah pusat,” katanya.

Menurutnya, ada dua surat edaran yang masuk kepada pihaknya. Yaitu, surat Edaran dari Kementerian Lingkungan dan Hidup dan Kehutanan. Dan satu lagi, Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. Ditambah lagi, Surat Edaran Bupati Kabupaten Probolinggo. Juga surat imbauan pengelola destinasi wisata untuk menutup tempat wisata sejak 18 Maret 2020 sampai 29 Maret 2020.

Maka, kemudian dibuatlah Pengumuman Kepala Balai Besar TNBTS tentang Kewaspadaan dan Pencegahan Terhadap Risiko Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). “Karena itu, terhitung mulai tanggal 19 Maret 2020 pukul 00.01 sampai dengan 31 Maret 2020 menutup sementara kunjungan wisata alam di kawasan TNBTS,” jelasnya.

Bukan hanya Bromo yang ditutup sementara, tetapi juga pendakian Semeru ditutup. Kebijakan penutupan wisata TNBTS, semata-mata merupakan ikhtiar BBTNBTS dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 lebih luas kepada masyarakat, petugas, dan pengunjung wisata TNBTS.

“Penutupan sementara ini akan dievaluasi dengan memperhatikan kebijakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Pemerintah Daerah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” katanya.

Dalam masa penutupan, pihaknya tetap menyiagakan petugas. Tujuannya, yaitu untuk mensterilkan kawasan Bromo. Sehingga, tidak ada wisatawan yang masuk. Jikapun ada yang datang, maka diharapkan kesadarannya untuk kembali pulang.

“Nanti malam awal penutupan petugas jaga tetap ada. Jika ada yang hendak ke Bromo, tentunya diminta kesadarannya untuk pulang,” tuturnya. (sid/hn)