alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 November 2020

Wali Kota Probolinggo Apresiasi Kampung Kelir Festival Wirakarya

KADEMANGAN – Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka (FWKKP) 2019, mendapat sambutan positif dari Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin. Senin (18/3) siang, Habib Hadi –sapaan akrab wali kota- mengunjungi Kampung Sarwega, yang terpilih untuk disulap menjadi Kampung Kelir.

Di kampung yang masuk Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, itu Habib Hadi disambut oleh sekitar 1.000 anggota Pramuka peserta festival. Warga Kampung Sarwega, juga tak kalah antusias menyambut lelaki yang berjalan kaki bersama Ketua Kwarcab Kota Probolinggo Moch. Maskur dan Endang Sulistyowati dari Kwarda Jatim.

Senin siang (18/3), pengecatan kampung ini sudah selesai dilakukan peserta festival. Hampir seluruh sisi kampung ini berwarna. Tidak hanya pagar dan dinding rumah warga, sejumlah genting rumah warga juga ada yang dicat.

Adanya festival ini rupanya memancing kegiatan usaha warga. Di antaranya mereka ada yang membuka usaha penjualan makanan ringan dan suvenir.

Habib Hadi sempat menanyakan kepada anggota Pramuka proses pembuatan motif cat yang dilakukan. Karena muncul desain berbentuk kotak-kotak yang teratur. “Kami menggunakan selotip untuk membuat batas cat. Kemudian bagian yang tidak ditempel selotip itu dicat warna-warni,” ujar salah satu peserta.

Kepada Jawa Pos Radar Bromo, Habib Hadi mengaku menyambut positif adanya festival ini. Menurutnya, kegiatan ini berdampak positif bagi warga Kampung Sarwega. “Kegiatan ini memiliki dampak positif dengan memberikan contoh, bahwa kreativitas anak muda bisa memberi dampak luar biasa terhadap lingkungan,” ujarnya.

Politisi PKB ini mengatakan, dalam kegiatan Pramuka ada penanaman nilai-nilai luhur. Seperti pengabdian, cinta tanah air, serta sikap tolong menolong. Kegiatan positif ini juga mampu mendorong kekompakan peserta Festival Wirakarya.

Bahkan, Habib Hadi berencana melaksanakan kegiatan serupa di wilayah lain di Kota Probolinggo. Sasaran utamanya kawasan kumuh. “Kami ingin coba mengarahkan ke daerah yang kumuh. Seperti daerah Mayangan, Jati, dan Mangunharjo,” ujarnya.

Menurutnya, daerah-daerah yang padat penduduk menjadi sasaran program yang diadaptasi dari Festival Wirakarya. Sehingga, ketika orang masuk ke kawasan padat itu, bisa merasakan suasana yang cerah. (put/*)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Sepekan Tak Diketahui, Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah

Sesuai keterangan keluarga, korban mempunyai riwayat penyakit Diabetes.

Belajar dari Pengalaman Langsung Kesembuhan Penyintas COVID-19

Pola makan dengan asupan makanan tinggi kalori dan tinggi protein merupakan treatment yang dianjurkan saat terkena COVID-19.

Begini Kondisi Wawali Probolinggo yang Dirawat di Surabaya

Dr Abraar Kuddah menjelaskan, kondisi wawali stabil on ventilator

Pasutri Bertengkar, Rumah di Jl Supriyadi Probolinggo Dilalap Api

“Pasangan suami istri itu baru jadi warga disini. Tadi sempet bertengkar hebat,” ujar salah satu tetangga.

Hanya Bisa Bangun 6 Rambu Penunjuk Wisata di Lokasi Ini

Pasca dilakukan refocusing anggaran, Dishub hanya mampu membangun 6 rambu penunjuk arah menuju lokasi wisata.