Kalapas Probolinggo Dilukir ke Riau, Diganti Plt

TANDA TANGAN: Mantan Kalapas Kelas IIB Probolinggo Edi Mulyono (kiri) bersama Plt Kalapas Kelas IIB Probolinggo Mali Jumali menandatangani berkas serah terima jabatan, kemarin. (Rizky Putra Dinasti/Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo – Kepala Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas IIB Probolinggo dijabat oleh pelaksana tugas (Plt). Sebab, pascamutasi dan serah terima jabatan, terjadi kekosongan jabatan kalapas kelas IIB Probolinggo. Kalapas lama, Edi Mulyono dipindah tugaskan sebagai kalapas Kelas IIA Bangkalis, Riau.

Kini, kalapas Kelas IIB Probolinggo diisi oleh Mali Jumali, sebagai Plt. Mali, saat ini menjadi Kepala Rupbasan Probolinggo. Sabtu (18/1), digelar serah terima jabatan dan pisah sambut di Lapas Kelas IIB Probolinggo, antara Edi dan Mali.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum-HAM Jawa Timur Pargiono dalam sambutanya mengatakan, mutasi merupakan hal yang biasa. Tujuannya, me-refresh kinerja. Edi dipindah tugaskan sebagai Kalapas IIA Bangkalis, Riau, yang jumlah warga binaannya mencapai 1.600 orang.

“Selama ini tidak ada pengaduan di Lapas IIB Probolinggo. Saya apresiasi betul atas kinerja yang dilakukan. Bahkan, perpindahan ini termasuk naik golongan,” ujarnya.

Sebagai penggantinya, Kanwil Kemenkum-HAM Jawa Timur menunjuk Mali Jumali sebagai Plt. “Saya lihat Pak Mali ini dengan kantor Rupbasan sangat dekat. Jadi koordinasinya akan lebih mudah,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Edi yang telah resmi menjabat sebagai Kalapas IIA Bengkalis, Riau, menyampaikan terima kasih. Terutama terkait dukungan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. “Jika dalam masa jabatan saya selama setahun 4 bulan 8 hari ini ada salah kata dan perbuatan, saya minta maaf,” ujarnya.

Plt Kalapas Kelas IIB Probolinggo Mali Jumali mengaku akan meneruskan apa yang telah dilakukan Edi. Serta, akan berinovasi untuk meningkatkan kinerja dan kenyamanan Lapas.

“Program yang sudah baik dari Pak Edi, akan saya teruskan. Saya juga akan mecari inovasi baru demi kepentingan Lapas. Tak luput juga, saya minta dukungan dari sejumlah pihak. Mengingat kondisi warga binaan Lapas saat ini mencapai 500 lebih. Sementara itu, jumlah petugas hanya 40 orang,” ujarnya. (rpd/rud)