Ribuan Nelayan Kota Probolinggo Belum Terlindungi Jaminan Sosial

BERISIKO: Kapal di bawah 10 GT yang akan belayar, diwajibkan untuk lebih dulu mendaftarkan ABK-nya jadi anggota BPJS TK. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN – Ribuan nelayan tangkap Kota Probolinggo belum terlindungi jaminan sosial. Padahal, pekerjaan yang mereka lakukan memiliki risiko tinggi mengalami kecelakaan kerja.

Ribuan nelayan tangkap ini terutama anak buah kapal (ABK) maupun nakhoda kapal dengan tonase antara 10-30 GT. Diperkirakan jumlah nelayan ini kisaran seribu lebih.

“Total nelayan di Kota Probolinggo ada 3.000 orang. Yang bekerja di kapal 30 GT rata-rata sudah mendapat akses jaminan sosial berupa BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Sudiman, kepala Dinas Perikanan, Kota Probolinggo.

Bagi nelayan yang menggunakan kapal di bawah 10 GT, mereka telah mendapatkan jaminan sosial berupa asuransi nelayan dari Kementerian Perikanan dan Kelautan.

“Yang menjadi persoalan adalah nelayan yang menggunakan kapal dengan tonase 10-30 GT. Mereka tidak bisa mendapatkan program asuransi perikanan karena peralatan yang mereka gunakan masih jadi perdebatan di tingkat pusat,” ujarnya.

Namun, menurutnya, nelayan kapal 10-30 GT ini tetap harus mendapat perlindungan jaminan sosial. “Harapannya, ketika melakukan aktivitas, ada jaminan keselamatan. Jika terjadi sesuatu, maka bisa memberikan perlindungan bagi keluarga,” ujarnya.

Sehingga, perlu menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi nelayan saat melaut. “Siapapun pasti tidak ingin terjadi sesuatu ketika bekerja. Namun, adanya jaminan sosial ini bisa memberikan perlindungan bagi keluarga,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Perikanan di Kota Probolinggo, ada 100 kapal dengan tonase 10-30 GT. Masing-masing kapal ini rata-rata memiliki ABK 10 orang. “Jadi, sekitar seribu orang,” ujarnya.

Sementara itu, Zainul Fatoni, sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Probolinggo mengungkapkan, total ada 326 nelayan yang ikut BPJS Ketenagakerjaan per Januari 2019. “Ini baru sebagian nelayan saja. Masih ada sekitar 1.200 nelayan kapal 10-30 GT yang belum ikut program,” ujarnya.

Disebutkan Zainul, masih banyak nelayan yang belum ikut program karena belum mengetahui pelaksanaan kebijakan ini. Namun, dengan melihat kecelakaan yang terjadi beberapa waktu lalu, nelayan akan melihat adanya manfaat program BPJS Ketenagakerjaan. (put/hn)