Dishub Butuh Kendaraan Mobile untuk Pelayanan Jemput Bola Uji KIR

KRAKSAAN – Meski sudah memiliki balai uji KIR, Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo memerlukan kendaraan mobile. Kendaraan ini diperlukan untuk sistem jemput bola terhadap pemilik kendaraan yang daerahnya jauh.

Hal ini terungkap saat Balai Uji KIR, kedatangan 60 kendaraan angkutan wisata Bromo dari Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Selasa (16/1) lalu. Kendaraan jip melakukan uji KIR, lantaran untuk memenuhi persyaratan dari TNBTS. Hal itu

disambut positif Dishub setempat.

Alasan itupula yang membuat Dishub berencana menambah kendaraan mobile, yang didalamnya berisi peralatan portable. Kepala Dishub setempat Heri Sulistyanto mengatakan, ada banyak hal kenapa uji kir portable dibutuhkan. Yaitu, salah satunya untuk bisa melayani masyarakat dengan cara yang lebih dekat. Seperti mendatangi pemilik kendaraan jip, yang menjadi pelaku wisata di Bromo.

“Jadi kami paling tidak bisa lebih dekat dengan masyarakat, tanpa merepokan mereka. Sehingga, masyarakat terutama yang ada di wilayah wisata, bisa lebih mudah untuk melakukan uji KIR,” kata pria yang akrab disapa Heri itu.

Selama ini, uji KIR yang dilakukan pemilik kendaraan baik berpenumpang atau barang, dilakukan dengan mendatangi Balai Uji KIR, yang berada di Desa Alassumur, Kecamatan Kraksaan. Hal itu, dianggap memberatkan pemilik kendaraan.

“Apalagi para penyedia jasa wisatan yang setiap harinya berada di Bromo. Tentunya itu berat. Karenanya kendaraan untuk uji kir portable diperlukan.

Heri juga menambahkan, sementara ini untuk uji KIR sendiri belum bisa dilakukan di luar Balai Uji Kir di Kraksaan. Sebab, alat untuk uji KIR yang lengkap dan portable, bisa dibawa ke berbagai tempat, belum punya.

Jika dilihat dari harga yang dibutuhkan untuk membeli mobil uji kir portable di internet, paling tidak Dishub harus mempunyai anggaran Rp2 miliar. “Harapan kami tahun depan sudah punya kendaraan mobile seperti ini, karena uji KIR ini sangat penting, Apalagi bromo sudah menjadi wisata international, belum lagi P 30 yang akan dikembangkan tahun ini,” tandasnya.

Sementara itu, Biden, salah seorang pemilik jeep yang sempat diwawancatai mengatakan, melakukan uji kir ke Kraksaan cukup berat. Apalagi jika kendaraan yang akan diuji harus menempuh jarak yang jauh dan menghabiskan bahan bakar lumayan banyak.

Namun, jika ada kendaraan yang mobile, pasti pelaku jasa wisata seperti jip bisa ikut andil dalam uji KIR yang diwajibkan oleh pengelola wisata sebagai salah satu syarat masuk kawasan Gunung Bromo. “Harapannya seperti itu, jadi kami tidak kesulitan,” terang pria asal Sukapura ini. (sid/fun)