alexametrics
26.8 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Pemkab Probolinggo Sinergikan Penanganan Stunting

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo RI Sarjono mengaku kaget dengan kondisi Kabupaten Probolinggo. Sebab, angka kemiskinan rendah, tetapi angka stunting-nya tinggi.

Sesuai data dari Kementerian Kesehatan RI, angka stunting di Kabupaten Probolinggo mencapai 37 persen dari jumlah balita. Hal itu diutarakan oleh Sarjono ketika menjadi pembicara dalam dialog bertema “Cegah Stunting itu Perlu” di ruang Tengger Kompleks Perkantoran Pemkab Probolinggo, Kamis (18/10).

“Saya kaget. Padahal, kan jumlah angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo rendah. Tetapi, kok angka stunting-nya tinggi. Dari data 2013 itu Probolinggo sekitar 49 persen. Namun, data terbaru 2018, stunting di Kabupaten Probolinggo turun menjadi 37 persen,” ujarnya.

Karena data itulah, Probolinggo menjadi locus nasional. Untuk locus nasional sendiri Pemerintah Pusat menetapkan sekitar 160 daerah. Di Jawa Timur ada sekitar 8 daerah, termasuk Kabupaten Probolinggo. “Ternyata penyebab stunting bukan hanya karena kemiskinan. Tetapi, orang kaya bisa kena,” ujarnya.

Menurutnya, pemberian gizi yang pas buat anak yang bisa mencegah stunting. Ia mencontohkan orang kaya juga bisa kena stunting. Misalnya, ketika orang tuanya bekerja, anaknya kadang tidak terpantau. Karena itu, asupan gizinya berkurang.

“Orang tuanya sibuk kerja dan anaknya kemudian diberi uang jajan. Oleh anaknya dibelikan jajanan yang tidak bergizi. Karena itu, kemudian bisa membuat anak tersebut stunting,” jelasnya.

Selain gizi, juga ada faktor sanitasi. Sanitasi yang tidak bagus akan membuat buruk sistem perairan. Hingga kemudian membuat bakteri menyebar melalui air minum. “Karena itu, kami di pusat kemudian didorong untuk melakukan pencegahan stunting, sehingga anak-anak di Indonesia bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Kadis Kominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengatakan, di Kabupaten Probolinggo, Bupati telah melakukan instruksi kepada semua OPD untuk melakukan penanganan stunting. Karenanya, sinergitas dalam pencegahan stunting bisa dilakukan dan menghasilkan hasil yang maksimal.

“Itu yang kami lakukan di Probolinggo. Jadi, tidak dibebankan kepada dinas terkait saja. Semuanya di instruksikan untuk menangani stunting. Apalagi stunting ini menjadi atensi nasional,” ujarnya. (sid/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo RI Sarjono mengaku kaget dengan kondisi Kabupaten Probolinggo. Sebab, angka kemiskinan rendah, tetapi angka stunting-nya tinggi.

Sesuai data dari Kementerian Kesehatan RI, angka stunting di Kabupaten Probolinggo mencapai 37 persen dari jumlah balita. Hal itu diutarakan oleh Sarjono ketika menjadi pembicara dalam dialog bertema “Cegah Stunting itu Perlu” di ruang Tengger Kompleks Perkantoran Pemkab Probolinggo, Kamis (18/10).

“Saya kaget. Padahal, kan jumlah angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo rendah. Tetapi, kok angka stunting-nya tinggi. Dari data 2013 itu Probolinggo sekitar 49 persen. Namun, data terbaru 2018, stunting di Kabupaten Probolinggo turun menjadi 37 persen,” ujarnya.

Karena data itulah, Probolinggo menjadi locus nasional. Untuk locus nasional sendiri Pemerintah Pusat menetapkan sekitar 160 daerah. Di Jawa Timur ada sekitar 8 daerah, termasuk Kabupaten Probolinggo. “Ternyata penyebab stunting bukan hanya karena kemiskinan. Tetapi, orang kaya bisa kena,” ujarnya.

Menurutnya, pemberian gizi yang pas buat anak yang bisa mencegah stunting. Ia mencontohkan orang kaya juga bisa kena stunting. Misalnya, ketika orang tuanya bekerja, anaknya kadang tidak terpantau. Karena itu, asupan gizinya berkurang.

“Orang tuanya sibuk kerja dan anaknya kemudian diberi uang jajan. Oleh anaknya dibelikan jajanan yang tidak bergizi. Karena itu, kemudian bisa membuat anak tersebut stunting,” jelasnya.

Selain gizi, juga ada faktor sanitasi. Sanitasi yang tidak bagus akan membuat buruk sistem perairan. Hingga kemudian membuat bakteri menyebar melalui air minum. “Karena itu, kami di pusat kemudian didorong untuk melakukan pencegahan stunting, sehingga anak-anak di Indonesia bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Kadis Kominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengatakan, di Kabupaten Probolinggo, Bupati telah melakukan instruksi kepada semua OPD untuk melakukan penanganan stunting. Karenanya, sinergitas dalam pencegahan stunting bisa dilakukan dan menghasilkan hasil yang maksimal.

“Itu yang kami lakukan di Probolinggo. Jadi, tidak dibebankan kepada dinas terkait saja. Semuanya di instruksikan untuk menangani stunting. Apalagi stunting ini menjadi atensi nasional,” ujarnya. (sid/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/