alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Jumlah Pemilih di Pilwali Pasuruan 2020 Diproyeksi Naik

PURWOREJO, Radar Bromo – Jumlah pemilih pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Pasuruan 2020 mendatang bakal mengalami banyak perubahan. Dibandingkan data yang digunakan pada Pemilu 2019, jumlah pemilih diproyeksi terus bertambah.

Hal itu disampaikan Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Pasuruan Mukhamad Zahid. Menurutnya, bertambahnya jumlah pemilih itu berdasarkan perkembangan penduduk di Kota Pasuruan sendiri.

“Namun, sejauh ini kami masih mengacu pada data pemilih berkelanjutan. Yang digunakan yakni data pemilih pada pemilu lalu. Sebanyak 147.500 suara,” ungkapnya.

Tetapi, data tersebut nantinya akan dimutakhirkan melalui beberapa tahapan. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dispendukcapil setempat. Terutama untuk mengakomodasi pemilih baru ataupun pemilih pemula.

“Agar bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilwali 2020 nanti. Terakhir, kami sampaikan data pemilih berkelanjutan ke KPU Provinsi,” ujarnya.

Zahid memastikan data pemilih itu akan terus bergerak. Mengingat tahapan pemilihan baru digelar September 2020. Dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan, data pemilih tentu berubah-ubah.

Hal itu bisa dikarenakan beberapa faktor. Di antaranya pemilih pindah domisili dan meninggal dunia akan berpengaruh pada berkurangnya jumlah pemilih. “Sedangkan perkembangan pemilih pemula, dipastikan menambah data pemilih,” jelasnya.

KPU juga akan segera memulai tahapan penyusunan data pemilih. Setidaknya, sesuai regulasi, hal itu baru dilakukan awal tahun depan. “Kami akan menyandingkan data pemilih berkelanjutan serta mengakomodasi pemilih baru dan pemula,” pungkasnya. (tom/mie)

PURWOREJO, Radar Bromo – Jumlah pemilih pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Pasuruan 2020 mendatang bakal mengalami banyak perubahan. Dibandingkan data yang digunakan pada Pemilu 2019, jumlah pemilih diproyeksi terus bertambah.

Hal itu disampaikan Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Pasuruan Mukhamad Zahid. Menurutnya, bertambahnya jumlah pemilih itu berdasarkan perkembangan penduduk di Kota Pasuruan sendiri.

“Namun, sejauh ini kami masih mengacu pada data pemilih berkelanjutan. Yang digunakan yakni data pemilih pada pemilu lalu. Sebanyak 147.500 suara,” ungkapnya.

Tetapi, data tersebut nantinya akan dimutakhirkan melalui beberapa tahapan. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dispendukcapil setempat. Terutama untuk mengakomodasi pemilih baru ataupun pemilih pemula.

“Agar bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilwali 2020 nanti. Terakhir, kami sampaikan data pemilih berkelanjutan ke KPU Provinsi,” ujarnya.

Zahid memastikan data pemilih itu akan terus bergerak. Mengingat tahapan pemilihan baru digelar September 2020. Dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan, data pemilih tentu berubah-ubah.

Hal itu bisa dikarenakan beberapa faktor. Di antaranya pemilih pindah domisili dan meninggal dunia akan berpengaruh pada berkurangnya jumlah pemilih. “Sedangkan perkembangan pemilih pemula, dipastikan menambah data pemilih,” jelasnya.

KPU juga akan segera memulai tahapan penyusunan data pemilih. Setidaknya, sesuai regulasi, hal itu baru dilakukan awal tahun depan. “Kami akan menyandingkan data pemilih berkelanjutan serta mengakomodasi pemilih baru dan pemula,” pungkasnya. (tom/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/