alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Datangi Nasdem, Raharto Teno Lamar Bacawali

PURWOREJO, Radar Bromo – Raharto Teno Prasetyo terus memantapkan langkahnya menuju panggung politik Pilwali Pasuruan 2020. Setelah melewati masa penjaringan dari PDIP, Wakil Wali Kota Pasuruan itu melamar sebagai bakal calon wali kota (bacawali) dari Partai Nasdem.

Kamis (17/10), Teno mendatangi kantor DPC Nasdem Kota Pasuruan di Jalan Wahidin Sudirohusodo. Ia mengenakan batik berwarna merah dengan corak lambang Garuda. Tidak sendiri. Teno datang dengan didampingi sejumlah pengurus dan kader partai yang dipimpinnya.

Di kantor itu, Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pasuruan Moch Hasjim Asjari menyerahkan formulir pendaftaran langsung kepada Teno. Teno pada media mengaku, mendaftar menjadi bakal calon wali kota melalui Partai Nasdem merupakan kewajiban.

Sebab, PDIP dan Partai Nasdem memiliki kesamaan pandangan. Mulai dari kancah nasional hingga daerah. “Sebab itu, kami ingin berpartisipasi aktif di tengah dinamika perpolitikan Kota Pasuruan saat ini,” tuturnya.

Dia berharap, Partai Nasdem dan PDIP bisa beriringan untuk memperkuat gerbong koalisi ke depan. Dia juga tak mempersoalkan modal politik Partai Nasdem yang hanya punya satu kursi di parlemen.

“Kami tak melihat angka 1, 2, 3, 7, atau 8. Tidak. Bukan berarti jika Nasdem punya satu (kursi), mereka kecil. Bukan. Tapi inilah bagian dari dinamika politik. Dan untuk memajukan Kota Pasuruan serta menyejahterakan masyarakatnya, harus berjalan bersama-sama,” tegasnya.

Sementara, Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pasuruan Moch Hasjim Asjari menyebut, sudah ada dua pendaftar bacawali melalui partainya. Selain Teno, sebelumnya Achmad Anshori juga telah mengambil formulir pendaftaran. Dia menegaskan, pendaftaran bersifat terbuka akan berlangsung hingga 23 Oktober.

“Mekanisme selanjutnya nanti akan diplenokan mulai dari tingkat DPD, maupun DPW untuk memutuskan siapa yang layak,” tutur Hasjim.

Penjaringan sendiri, dipastikan berlangsung ketat. Selain mengacu pada survei elektabilitas, bakal calon yang mendaftar juga akan diundang DPW untuk menyampaikan visi misinya.

“Itu bagian dari proses penjaringan. Jadi, masyarakat bisa paham gagasan dan visi-misi bakal calon sebelum diusung oleh Partai Nasdem,” jelas Hasjim. (tom/hn)

PURWOREJO, Radar Bromo – Raharto Teno Prasetyo terus memantapkan langkahnya menuju panggung politik Pilwali Pasuruan 2020. Setelah melewati masa penjaringan dari PDIP, Wakil Wali Kota Pasuruan itu melamar sebagai bakal calon wali kota (bacawali) dari Partai Nasdem.

Kamis (17/10), Teno mendatangi kantor DPC Nasdem Kota Pasuruan di Jalan Wahidin Sudirohusodo. Ia mengenakan batik berwarna merah dengan corak lambang Garuda. Tidak sendiri. Teno datang dengan didampingi sejumlah pengurus dan kader partai yang dipimpinnya.

Di kantor itu, Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pasuruan Moch Hasjim Asjari menyerahkan formulir pendaftaran langsung kepada Teno. Teno pada media mengaku, mendaftar menjadi bakal calon wali kota melalui Partai Nasdem merupakan kewajiban.

Sebab, PDIP dan Partai Nasdem memiliki kesamaan pandangan. Mulai dari kancah nasional hingga daerah. “Sebab itu, kami ingin berpartisipasi aktif di tengah dinamika perpolitikan Kota Pasuruan saat ini,” tuturnya.

Dia berharap, Partai Nasdem dan PDIP bisa beriringan untuk memperkuat gerbong koalisi ke depan. Dia juga tak mempersoalkan modal politik Partai Nasdem yang hanya punya satu kursi di parlemen.

“Kami tak melihat angka 1, 2, 3, 7, atau 8. Tidak. Bukan berarti jika Nasdem punya satu (kursi), mereka kecil. Bukan. Tapi inilah bagian dari dinamika politik. Dan untuk memajukan Kota Pasuruan serta menyejahterakan masyarakatnya, harus berjalan bersama-sama,” tegasnya.

Sementara, Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pasuruan Moch Hasjim Asjari menyebut, sudah ada dua pendaftar bacawali melalui partainya. Selain Teno, sebelumnya Achmad Anshori juga telah mengambil formulir pendaftaran. Dia menegaskan, pendaftaran bersifat terbuka akan berlangsung hingga 23 Oktober.

“Mekanisme selanjutnya nanti akan diplenokan mulai dari tingkat DPD, maupun DPW untuk memutuskan siapa yang layak,” tutur Hasjim.

Penjaringan sendiri, dipastikan berlangsung ketat. Selain mengacu pada survei elektabilitas, bakal calon yang mendaftar juga akan diundang DPW untuk menyampaikan visi misinya.

“Itu bagian dari proses penjaringan. Jadi, masyarakat bisa paham gagasan dan visi-misi bakal calon sebelum diusung oleh Partai Nasdem,” jelas Hasjim. (tom/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/