alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Wisata Banyubiru Dikucuri Rp 200 Juta untuk Pemeliharaan

WINONGAN, Radar Bromo – Pemandian Alam Banyubiru merupakan salah satu tempat wisata unggulan di Kabupaten Pasuruan. Sejauh ini, kawasan wisata setempat jadi penyumbang retribusi paling tinggi dari sektor wisata ke pemda.

Kondisi itu pun jadi perhatian pemkab setempat. Untuk memaksimalkan potensi Banyubiru, tahun ini pemkab melakukan pembenahan beberapa sarana dan prasarana yang rusak. Mulai dari pergantian lantai dan pintu toilet yang rusak.

Gunawan Wicaksono, sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan mengatakan, ada sejumlah pembenahan pada wisata Banyubiru. Selain perbaikan pintu toilet yang rusak, juga dilakukan rehab lantai di pemandian alami yang diganti.

“Jadi memang ada sarpras yang rusak dan perlu diganti. Untuk tahun ini anggarannya Rp 200 juta untuk pemeliharaan,” terangnya.

Anggaran tersebut paling besar adalah untuk mengganti alas atau lantai dari batu yang berada di sisi tengah kolam alami. Kondisi lantai batu yang dipasang saat ini, disebutkan sudah lama. Kondisinya, banyak yang rusak.

Perbaikan lainnya yakni, di ruang ganti bilas di kolam alami. Setidaknya, ada 7 pintu yang harus diganti yang baru. Pintu lama yang terbuat dari PVC sudah rusak dan diganti dengan pintu kayu. Selain itu, juga pemeliharaan lainnya seperti cat yang sudah luntur dan sebagainya.

Gunawan mengatakan, bahwa perbaikan lantai dan ruang ganti saat ini kurang lebih sudah mencapai 90 persen. Namun, untuk perbaikan sarpras sendiri ditargetkan selesai pada bulan Oktober mendatang.

Banyubiru sendiri menjadi salah satu jujukan wisata daerah yang cukup tinggi kunjungannya. Dari hasil retribusi yang dikelola Pemkab Pasuruan. Sampai awal September lalu mencapai Rp 640 juta. Harapannya, dengan perbaikan sarpras lebih bisa meningkatkan pengunjung dan kenyamanan wisatawan yang datang. (eka/mie)

WINONGAN, Radar Bromo – Pemandian Alam Banyubiru merupakan salah satu tempat wisata unggulan di Kabupaten Pasuruan. Sejauh ini, kawasan wisata setempat jadi penyumbang retribusi paling tinggi dari sektor wisata ke pemda.

Kondisi itu pun jadi perhatian pemkab setempat. Untuk memaksimalkan potensi Banyubiru, tahun ini pemkab melakukan pembenahan beberapa sarana dan prasarana yang rusak. Mulai dari pergantian lantai dan pintu toilet yang rusak.

Gunawan Wicaksono, sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan mengatakan, ada sejumlah pembenahan pada wisata Banyubiru. Selain perbaikan pintu toilet yang rusak, juga dilakukan rehab lantai di pemandian alami yang diganti.

“Jadi memang ada sarpras yang rusak dan perlu diganti. Untuk tahun ini anggarannya Rp 200 juta untuk pemeliharaan,” terangnya.

Anggaran tersebut paling besar adalah untuk mengganti alas atau lantai dari batu yang berada di sisi tengah kolam alami. Kondisi lantai batu yang dipasang saat ini, disebutkan sudah lama. Kondisinya, banyak yang rusak.

Perbaikan lainnya yakni, di ruang ganti bilas di kolam alami. Setidaknya, ada 7 pintu yang harus diganti yang baru. Pintu lama yang terbuat dari PVC sudah rusak dan diganti dengan pintu kayu. Selain itu, juga pemeliharaan lainnya seperti cat yang sudah luntur dan sebagainya.

Gunawan mengatakan, bahwa perbaikan lantai dan ruang ganti saat ini kurang lebih sudah mencapai 90 persen. Namun, untuk perbaikan sarpras sendiri ditargetkan selesai pada bulan Oktober mendatang.

Banyubiru sendiri menjadi salah satu jujukan wisata daerah yang cukup tinggi kunjungannya. Dari hasil retribusi yang dikelola Pemkab Pasuruan. Sampai awal September lalu mencapai Rp 640 juta. Harapannya, dengan perbaikan sarpras lebih bisa meningkatkan pengunjung dan kenyamanan wisatawan yang datang. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/