Polisi Nilai Minim Rambu Peringatan di Simpang 4 Patung Sapi

PANDAAN – Kasus kecelakaan karambol yang terjadi di simpang empat Patung Sapi, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Minggu (16/9) pagi, memang karena faktor teknis. Kasus ini masih diselidiki Satlantas Polres Pasuruan.

Meski karena faktor teknis yakni rem tronton blong, polisi juga menilai di TKP kecelakaan, kurang akan rambu peringatan. Rambu itu seperti peringatan hati-hati, jalan pelan-pelan, awas jalur rawan laka, hingga jalan turunan, dan sebagainya. Hal inilah yang membuat sopir truk, acapkali tancap gas saat melintas di jalan tersebut.

“Sejauh ini, untuk evaluasi sementara penyebab laka karambol diakibatkan faktor teknis kendaraan. Rem tak fungsi maksimal atau rem blong,” jelas Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Eko Iskandar.

Dalam pantauannya di lapangan, jalan yang masuk jalur nasional dan kawasan tertib lalu lintas (KTL), memang minim rambu–rambu peringatan. Baik itu dari arah Malang maupun sebaliknya. Padahal, rambu-rambu ini bisa menjadi penanda.

“Rambu-rambu peringatannya tidak ada. Tentunya harus ditambah. Ini, nanti kami sampaikan dan perlu dibahas dalam forum komunikasi lalu lintas melibatkan instansi lainnya,” cetus mantan Kasatlantas Polres Tuban ini.

Untuk keberadaan traffic light (TL) di simpang empat Patung Sapi, Kasat menegaskan, masih diperlukan keberadaannya. Karena kendaraan dari empat lajur berbeda sama-sama ramainya, utamanya dari arah Malang ke Surabaya maupun sebaliknya.

Jika TL di simpang empat di-flash, arus lalin akan lebih semrawut. Juga tidak menutup kemungkinan rawan laka pula.

“Dalam waktu dekat dan secepatnya, segera kami survei dan evaluasi. Agar bisa ditemukan format dan cara maksimal agar kasus laka karambol tak terulang kembali,” ungkapnya. (zal/fun)