Korban Lumpur Lapindo Kembali Buka Posko Pengaduan

PASURUAN – Penyelesaian ganti rugi atas tragedi lumpur Lapindo tak sepenuhnya tuntas. Masih ada ratusan warga terdampak yang belum menerima ganti rugi. Nah, sejumlah warga Sidoarjo yang jadi korban, kini banyak tinggal di Pasuruan. Para korban ini didorong untuk segera menyerahkan berkas agar ganti rugi bisa segera direalisasikan.

Hal itu disampaikan Ketua Forum Komunikasi Korban Lumpur Sidoarjo (FKKLS) Ahmad Basuni pada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (17/8). “Kami siap menampung berkas korban yang berhak menerima ganti rugi akibat luapan lumpur belasan tahun silam,” ungkap FKKLS.

Data terakhir menyebutkan, ada sebanyak 294 berkas korban yang masih berhak menerima ganti rugi. Sebanyak 121 berkas di antaranya telah dinyatakan lengkap dan disampaikan ke Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) pada 31 Juli lalu. Dengan begitu, masih ada sebanyak 173 berkas yang perlu diakomodasi oleh FKKLS. Berkas tersebut harus sudah terkumpul 31 Agustus mendatang.

Persoalannya saat ini, banyak korban Lapindo yang sudah berpindah ke luar peta area terdampak ataupun ke luar kota. Salah satunya Pasuruan. Oleh karena itu, FKKLS mendorong agar para korban yang kini tinggal di Pasuruan bisa menyampaikan berkasnya ke posko di Perumahan Kahuripan Nirvana Village Blok 1 Nomor 32 Sidoarjo.

“Karena kami pun dikejar waktu. Saat ini, masih ada sekitar 10 berkas yang sudah masuk. Kami harap, korban Lapindo yang ada di Pasuruan bisa segera menyampaikan berkasnya,” papar Basuni.

Ia menyebut, penyampaian berkas itu tak hanya bisa dilakukan oleh korban saat tragedi berlangsung. Namun, bisa pula dilakukan oleh ahli waris. Soal persyaratan yang harus dipenuhi oleh korban, kata Basuni, tak begitu rumit. Di antaranya harus ada fotokopi KTP, KSK, dan bukti kepemilikan aset yang terdampak. Setelah itu, pihaknya akan melakukan tabulasi data.

“Data yang terkumpul akan disampaikan ke Wantimpres dengan didampingi oleh Pansus DPRD Kabupaten Sidoarjo pada 31 Agustus,” tandas Basuni. (tom/rf)