alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

108 Perusahaan Diminta Tingkatkan IPAL Lantaran Belum Maksimal Kelola Limbah

PANDAAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan menilai, masih ada 108 perusahaan di kabupaten yang belum maksimal dalam mengelola limbah yang dihasilkan.

Karena itu, 108 perusahaan itu dalam pengawasan rutin DLH Kabupaten Pasuruan tahun ini. Mereka juga dibina tentang cara mengelola limbah yang benar. Baik limbah cair, padat, maupun bahan beracun dan berbahaya (B3).

Lokasi ratusan perusahaan ini tersebar di sejumlah kecamatan di kabupaten. Antara lain Pandaan, Sukorejo, Gempol, Purwosari, dan Purwodadi. Kemudian, Beji, Bangil, Gempol, Rembang, dan Kraton. Juga Kejayan, Wonorejo, Rejoso, Grati.

“Seratus lebih perusahaan ini dalam pengawasan rutin dan pembinaan kami. Ini, di luar perusahaan yang jadi aduan masyarakat. Seperti satu perusahaan di Gempol yang sudah kami sanksi dan lima lainnya di Beji yang dalam proses,” jelas Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Muchaimin.

Dijelaskan Muchaimin, 108 perusahaan tersebut sebenarnya telah dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk limbah cair. Juga ada tempat penampungan sementara untuk limbah B3.

Namun, proses pengelolaannya di lapangan sejauh ini belum maksimal. Karena itu, DLH berkewajiban melakukan pengawasan rutin, sekaligus pembinaan.

“Sejauh ini, kurang maksimalnya pengelolaan limbah yang ada, masih tahap wajar. Namun, tetap harus kami peringatkan agar meningkatkan instalasi pengolahan limbah yang dimiliki,” tuturnya. (zal/fun)

PANDAAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan menilai, masih ada 108 perusahaan di kabupaten yang belum maksimal dalam mengelola limbah yang dihasilkan.

Karena itu, 108 perusahaan itu dalam pengawasan rutin DLH Kabupaten Pasuruan tahun ini. Mereka juga dibina tentang cara mengelola limbah yang benar. Baik limbah cair, padat, maupun bahan beracun dan berbahaya (B3).

Lokasi ratusan perusahaan ini tersebar di sejumlah kecamatan di kabupaten. Antara lain Pandaan, Sukorejo, Gempol, Purwosari, dan Purwodadi. Kemudian, Beji, Bangil, Gempol, Rembang, dan Kraton. Juga Kejayan, Wonorejo, Rejoso, Grati.

“Seratus lebih perusahaan ini dalam pengawasan rutin dan pembinaan kami. Ini, di luar perusahaan yang jadi aduan masyarakat. Seperti satu perusahaan di Gempol yang sudah kami sanksi dan lima lainnya di Beji yang dalam proses,” jelas Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Muchaimin.

Dijelaskan Muchaimin, 108 perusahaan tersebut sebenarnya telah dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk limbah cair. Juga ada tempat penampungan sementara untuk limbah B3.

Namun, proses pengelolaannya di lapangan sejauh ini belum maksimal. Karena itu, DLH berkewajiban melakukan pengawasan rutin, sekaligus pembinaan.

“Sejauh ini, kurang maksimalnya pengelolaan limbah yang ada, masih tahap wajar. Namun, tetap harus kami peringatkan agar meningkatkan instalasi pengolahan limbah yang dimiliki,” tuturnya. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/