alexametrics
30 C
Probolinggo
Tuesday, 1 December 2020

Setting Ulang Traffic Light di Simpang 4 Kebonagung untuk Kurangi Kepadatan

PURWOREJO – Meski sudah terpasang alat pemberi isyarat lalulintas (APIL) Area Traffic Control System (ATCS), simpang empat Kebonagung belum bebas dari kemacetan. Volume kendaraan yang semakin bertambah dan dekatnya simpang empat Kebonagung dengan exit tol, menjadi faktor kemacetan.

Agar kemacetan tak kian parah, Dinas Perhubungan kota setempat kini hanya bisa melakukan rekayasa traffic light (TL). Rekayasa itu untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

Kabid Lalin pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan, Andriyanto mengungkapkan Dishub melakukan rekayasa melalui pengaturan lampu lalulintas pada simpang empat Kebonagung. Yakni dengan merubah pemberlakuan fase pada nyala TL.

Awalnya, ada empat fase yang diberlakukan di simpang empat Kebonagung. Yakni, setiap TL menyala secara bergantian, sehingga pengendara dari arah utara yang hendak ke barat dan selatan atau sebaliknya serta dari arah selatan hendak ke utara atau sebaliknya harus bergantian.

Sementara, saat ini empat fase nyala TL ini dirubah menjadi dua fase saja. Yaitu TL di sisi timur dan barat menyala hijau secara bersamaan, maka TL di sisi selatan dan utara berwarna merah secara bersamaan. Begitu pula sebaliknya.

“Kami lihat simpang empat Kebonagung ini sudah sangat padat. Makanya, kami lakukan antisipasi dengan memperpendek fase TL setempat,”ungkap Andri-sapaan akrabnya.

Andri menjelaskan pemberlakuan rekayasa ini bukan tanpa alasan. Sebab, pada jam sibuk terjadi kemacetan yang panjang. Kondisi ini tidak terlepas dari keberadaan simpang empat Kebonagung yang dekat dengan exit tol gempol pasuruan (Gempas) di Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo.

“Rekayasa ini sudah dilakukan sejak awal Februari lalu. Alhamdulillah, kemacetan sudah berkurang. Insya Allah, kalau jalur lingkar utara (JLU) difungsikan bisa lebih berkurang,”pungkasnya. (riz/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Satgas Mulai Antisipasi Klaster Liburan Nataru

Karenanya, selama sebulan ke depan, mulai hari ini Satgas akan kembali menggencarkan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan.

Dari 5 Pendonor, Hanya Dapat 3 Plasma Konvalesen

Dari 20 calon donor plasma konvalesen di Kabupaten Probolinggo, hanya 5 calon donor yang lolos screening. Namun, dari 5 calon donor itu hanya 3 orang yang diambil plasma konvalesennya.

Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka untuk Sekolah Zona Hijau-Kuning

Pemkab Probolinggo memastikan mengikuti kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk memulai pembelajaran tatap muka pada 2021.

Rusak, Rehab Jalan Gununggangsir-Karangrejo Diusulkan Tahun Depan

Kondisi ruas jalan di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji tersebut alami kerusakan.

Tahap Awal Penjurian Kampung Hebat Sudah Ketat

Selanjutnya akan dipilih nominator terbaik untuk melakukan presentasi dan kunjungan lapangan.