Cegah Korona, RSUD dr Moh Saleh Hapus Jam Besuk, Batasi Pendamping

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Protokoler untuk mencegah penyebaran virus korona juga dilakukan di RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Sejak Selasa (16/3), RSUD dr. Mohamad Saleh meniadakan jam besuk dan membatasi pendamping bagi pasien yang dirawat.

Hal ini diungkapkan dr Abraar Kuddah, plt direktur RSUD dr Mohamad Saleh kemarin (17/3) dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kota Probolinggo. Menurutnya, RSUD membatasi kunjungan bagi pasien yang dirawat dengan cara meniadakan jam besuk. Lalu, pendamping pasien maksimal hanya boleh dua orang dari keluarga.

Namun, kebijakan ini memiliki tantangan karena kebiasaan warga secara berombongan menjenguk pasien. “Tadi malam malah ada yang nekat mau mecahkan kaca gara-gara dilarang masuk rumah sakit. Ini yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat,” terangnya.

Ditemui terpisah setelah RDP, dr Abraar menjelaskan, kebijakan ini memang bertolak belakang dengan kebiasaan masyarakat di Kota Probolinggo saat menjenguk pasien. “Yang sakit hanya satu, yang jenguk 10 orang. Makanya, kami melakukan pembatasan dan berlaku efektif mulai hari ini sampai 14 hari ke depan,” jelasnya.

Langkah yang dilakukan RSUD ini sesuai dengan petunjuk dari Kementerian Kesehatan untuk membatasi pengunjung ke RSUD. Lalu, keluarga pasien yang ditunjuk untuk mendampingi pasien mendapat tanda pengenal khusus.

“Tanda pengenal itu bukan untuk bergantian bagi pengunjung lain. Melainkan hanya pemilik nama yang tercantum dalam tanda pengenal itu saja yang bisa masuk,” terangnya.

Kemarin harian Jawa Pos Radar Bromo bersama Komisi III mendatangi ke RSUD dr Mohammad Saleh. Meskipun pengunjung dibatasi, cukup banyak warga yang menunggu pasien. Memang, kondisinya tidak seramai sebelumnya.

RS Dharma Husada juga mengeluarkan kebijakan serupa terhitung sejak Selasa, 17 Maret 2020. RS Dharma Husada melakukan pembatasan penunggu pasien maksimal 2 orang. Pengumuman ini disampaikan melalui sejumlah akun media sosial. (put/hn)