Tak Dapat Dana Alokasi Khusus, Rencana Normalisasi Saluran Tambak Diurungkan

SAAT PRODUKSI: Lahan garam milik petani tambak di kawasan Kepel saat musim kemarau lalu. Tahun ini rencana pemkot untuk menormalisasi sejumlah saluran tambak batal dilakukan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN, Radar Bromo – Keinginan sejumlah petambak garam agar saluran tambak dinormalisasi, tampaknya belum bisa terwujud. Pemkot Pasuruan memastikan tak menormalisasi saluran tambak tahun ini.

Kabid Budi Daya Dinas Perikanan Kota Pasuruan Imron Rosadi mengaku belum berencana menormalisasi saluran tambak dalam waktu dekat. Sebelumnya, pihaknya memang telah berencana mengajukan normalisasi tambak tahun ini.

Namun, hal itu dipastikan urung terealisasi. “Karena tahun ini tidak ada DAK. Sedangkan seluruh kegiatan normalisasi menggunakan dana DAK,” ungkap Imron.

Terakhir, normalisasi saluran tambak dilakukan pada tahun 2019 lalu. Namun, tidak semua tambak garam yang dinormalisasi. Melainkan hanya di tiga lokasi yang ada di Kecamatan Bugul Kidul.

Lantaran itu, pihaknya kemungkinan akan mengusulkan normalisasi saluran tambak tahun depan. “Kebutuhan petambak soal normalisasi itu sudah kami inventarisasi. Mudah-mudahan bisa terealisasi tahun depan,” jelasnya.

Salah seorang petambak di Panggungrejo, Muhammad Ali mengeluh jika sering kesulitan air ketika musim tanam. Menurut dia, ketersediaan air laut menjadi kebutuhan mendesak bagi petambak seperti dirinya.

“Apalagi tambak saya ini kan cukup jauh dari laut. Sehingga, airnya sulit. Belum lagi kalau gelombang sedang surut, sangat kurang untuk tambak garam,” tuturnya. (tom/fun)