alexametrics
24.2 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Anggarkan Rp 1,460 M untuk Rehab Ruang Belajar 16 SMP di Kabupaten Probolinggo

KRAKSAAN- Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo tahun ini menggelontorkan dana sebesar 1,460 miliar. Dana itu rencananya akan digunakan untuk rehab ruang belajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di wilayahnya.

Kepala dinas Pendidikan setempat Dewi Korina mengatakan, ia menegaskan tahun 2019, pihaknya mengalokasikan dana sebesar Rp 1,460 miliar untuk rehap ruang belajar SMP. Ruang belajar yang akan direhap sebanyak 16 unit. Anggaran miliar an itu dinilai cukup untuk melakukan rehap terhadap bangunan ruang belajar itu.

“Anggaran yang kami gelontorkan itu sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Pembangunan (RAP),” tuturnya.

Pihak dinas mengakui bahwa kebanyakan anggaran dari dinasnya memang untuk infrastruktur. Anggaran tersebut dialokasikan Dispendik dengan mengambilkan dana dari kegiatan lainnya. Seperti kegiatan pelatihan, kegiatan kunjungan lapang dan lainnya.

“Semua dananya kami alihkan ke fisik. Tetapi tentunya tidak mengurangi subtansi dari kegaiatan yang dananya dialihkan. Kegiatan itu masih tetap berjalan,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurut perempuan yang akrab disapa Korina itu, tujuan alokasi dana untuk rehab ruang belajar itu tak lain untuk memberikan fasilitas ruangan belajar kepada para siswa yang lebih baik. Sehingga, mereka betah berada didalam ruang.

“Kalau ruangan belajarnya tidak layak kan siswanya jadi tidak nyaman. Apalagi sampai rapuh malah membahayakan. Karena itu anggaran rehap kami alkoasikan untuk tahun ini sehingga bisa membuat mereka betah dan krasan,” terangnya.

Perlu diketahui, tahun ini pihak dinas juga mengalokasikan dana perbaikan di Paud dan juga SD sekitar Rp 497 juta dan untuk rehab ruang belajar SD sebesar 17 miliar beserta perlengkapan sarana dan prasarana. (sid/fun)

KRAKSAAN- Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo tahun ini menggelontorkan dana sebesar 1,460 miliar. Dana itu rencananya akan digunakan untuk rehab ruang belajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di wilayahnya.

Kepala dinas Pendidikan setempat Dewi Korina mengatakan, ia menegaskan tahun 2019, pihaknya mengalokasikan dana sebesar Rp 1,460 miliar untuk rehap ruang belajar SMP. Ruang belajar yang akan direhap sebanyak 16 unit. Anggaran miliar an itu dinilai cukup untuk melakukan rehap terhadap bangunan ruang belajar itu.

“Anggaran yang kami gelontorkan itu sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Pembangunan (RAP),” tuturnya.

Pihak dinas mengakui bahwa kebanyakan anggaran dari dinasnya memang untuk infrastruktur. Anggaran tersebut dialokasikan Dispendik dengan mengambilkan dana dari kegiatan lainnya. Seperti kegiatan pelatihan, kegiatan kunjungan lapang dan lainnya.

“Semua dananya kami alihkan ke fisik. Tetapi tentunya tidak mengurangi subtansi dari kegaiatan yang dananya dialihkan. Kegiatan itu masih tetap berjalan,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurut perempuan yang akrab disapa Korina itu, tujuan alokasi dana untuk rehab ruang belajar itu tak lain untuk memberikan fasilitas ruangan belajar kepada para siswa yang lebih baik. Sehingga, mereka betah berada didalam ruang.

“Kalau ruangan belajarnya tidak layak kan siswanya jadi tidak nyaman. Apalagi sampai rapuh malah membahayakan. Karena itu anggaran rehap kami alkoasikan untuk tahun ini sehingga bisa membuat mereka betah dan krasan,” terangnya.

Perlu diketahui, tahun ini pihak dinas juga mengalokasikan dana perbaikan di Paud dan juga SD sekitar Rp 497 juta dan untuk rehab ruang belajar SD sebesar 17 miliar beserta perlengkapan sarana dan prasarana. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/