Normalisasi Saluran Anak Sungai agar Tak Ganggu Pengairan ke Sawah

DIBERSIHKAN: Alat berat yang dikerahkan untuk normalisasi di anak sungai di Desa Sekarkare, Dringu, Senin siang. Normalisasi itu ditunggu oleh petani. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

DRINGU, Radar Bromo – Kemarau yang berlangsung lama dikeluhkan beberapa petani. Salah satunya petani Desa Sekarkare, Kecamatan Dringu. Selain debit air kecil, sungai sudah mulai mengalami penumpukan sampah dan tanah. Alhasil, saluran air di anak sungai menjadi tidak normal. Sehingga pihak desa melakukan normalisasi sungai dengan menggunakan alat berat.

Senadi, Kepala Desa Sekarkare menyampaikan, normalisasi sungai dilakukan, karena pihak desa sudah banyak mendapatkan keluhan dari petani. “Sudah banyak keluhan yang sampai ke saya,” ujarnya.

Dalam normalisasi tersebut, pihaknya melakukan pengerukan sungai. “Pengerukannya dari RT 6 paling barat hingga paling timur. Kira-kira sekitar 1 kilometer,” ujarnya.

Normalisasi yang dilakukan menggunakan alat berat. “Kalau menggunakan manual susah mengangkat akar pohon yang ada di bibir sungai jadi akan lama,” ujarnya.

Pengerukan yang dilakukan, diharapkan bisa membuat saluran aliran lancar. Sehingga air bisa sampai ke lahan petani. Butuh waktu lima hari untuk normalisasi.

Di sisi lain, upaya normalisasi di sungai, jelas membuat petani lega. Salah satunya Misnan, petani di Desa Sekarkare. Dia menyampaikan, usaha normalisasi sungai tersebut memang ditunggu masyarakat. “Petani memang sudah menanti, karena sungai yang tidak normal dampaknya terhadap lahan kami,” ujarnya.

Misnan juga menyampaikan, normalisasi sungai adalah satu satu jalan untuk bisa mengalirkan air ke lahan petani. “Kalau tidak dari sungai, tidak mungkin dapat air. Karena air sumur bor di sini sudah tidak ada yang keluar air,” ujarnya.

Harapan dari Misnan, agar penyelesaian normalisasi sungai bisa cepat dilakukan. Sehingga petani tidak resah lagi. (mg1/fun)