Stok Solar di Tiap SPBU Probolinggo Dibatasi 8 Ton Per Hari

KANIGARAN, Radar Bromo – Kelangkaan solar juga terjadi di Kota Probolinggo. Solar menyusul premium yang dibatasi stoknya. Tiap SPBU hanya dibatasi 8 ton per hari.

Pembatasan solar subsidi itu berlangsung sejak Rabu (13/11). Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Pengawas SPBU Mastrip Puji Purwanto, Jumat (15/11). Menurutnya, sudah tiga hari terakhir solar mulai langka.

Kelangkaan itu ditandai dengan pembatasan pengiriman yang dilakukan saban harinya. Saban harinya seluruh SPBU di Probolinggo hanya dibatasi 8 ribu liter atau 8 ton per hari.

“Sudah mulai Rabu lalu ada pembatasan pengiriman. Jadi, seluruh SPBU Probolinggo per harinya hanya dibatasi 8 ribu liter saja. Sebelumnya, kami bisa datangkan hingga 16 ribu liter per hari,” terang pria yang akrab disapa Puji itu.

Bahkan, untuk kemarin, solar subsidi tidak dikirm. Sehingga, kemarin stoknya pun kosong. “Kami minta dikirim mulai Kamis lalu. Harusnya hari ini (Jumat), biasanya pagi hari sudah dikirim, tapi ini tidak ada,” imbuh Puji.

Dengan kondisi itu, di SPBU Mastrip juga melakukan pembatasan pembelian. Tujuanya, agar semua mendapatkan bagian. “Untuk solar maksimal Rp 250 ribu per kendaraan,” jelas Puji.

Kondisi itu membuat Sahnadi, 35, sopir truk asal Jorongan mengaku kecewa. Sebab, sejumlah SPBU yang didatanginya mengaku solar habis. “Rencananya nanti malam mau ke Surabaya, tapi jika solarnya habis, kami kan juga waswas mau berangkat,” bebernya.

Unit Manager Communication, Relations, & CSR – Pertamina MOR V Rustam Aji membenarkan jika kasusnya hampir mirip dengan premium. Kuota untuk Kota Probolinggo pada bulan ini sudah melebihi batasan. Sehingga, dilakukan pembatasan.

Dengan begitu, hingga akhir Desember mendatang stok untuk solar masih tersedia atau tidak kosong. Namun, ia belum bisa menyebutkan jumlah konsumsi solar itu sudah mencapai berapa. “Kasusnya hampir mirip dengan premium,” terangnya singkat. (rpd/mie)