alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Segera Gelar Sayembara Desain Logo City Branding

PURWOREJO, Radar Bromo – Upaya Pemkot Pasuruan untuk mengoptimalkan daya saing daerah terus dilakukan. City branding yang menjadi salah satu langkah awal itu kini mulai memasuki tahap baru. Berbagai riset yang dilakukan selama ini akan diwujudkan dalam identitas visual berupa logo.

Dalam city branding, logo dibutuhkan untuk menggambarkan kekhasan potensi, sejarah, karakter dan budaya masyarakat. Penentuan logo itu akan dilalui dalam sayembara yang tak lama lagi digelar. Kemarin (15/8), Bappelitbangda Kota Pasuruan kembali menggelar forum group discussions (FGD) dengan sejumlah stakeholder.

Pertemuan kelima itu dilakukan untuk merumuskan mekanisme sayembara. Serta sejumlah persyaratan yang mesti dipenuhi calon peserta sayembara nanti. Enam kata yang telah dimunculkan, baik dalam riset maupun beberapa kali forum group discussions disepakati sebagai kisi-kisi sayembara itu.

Diantaranya yakni karomah, kenangan, lugas, santri, prestisius, dan harmoni. Enam kata itu dinilai mampu mewakili identitas Kota Pasuruan. Enam kata itu dinilai telah mewakili identitas Kota Pasuruan dalam berbagai aspek. Mulai dari sejarah, budaya, hingga kultur masyarakatnya.

Sekretaris Bappelitbangda Kota Pasuruan, Fendy Krisdiyono mengungkapkan, sayembara desain logo itu juga digelar sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada desainer kreatif.

“Hari ini kami mengajak semua stakeholder merumuskan persyaratan dan parameter yang akan ditetapkan dalam mekanisme sayembara nanti,” ujarnya.

Ditambahkannya, sayembara itu diharapkan dapat menghasilkan desain logo dan tagline yang strategis. Sehingga selaras dengan arah pembangunan Kota Pasuruan. Sebab, tujuan dari city branding itu sendiri tak lepas dari upaya meningkatkan daya saing daerah. Baik dalam sektor wisata maupun investasi.

Pemkot telah menunjuk tujuh orang yang akan menjadi juri dalam sayembara tersebut. mereka terdiri dari berbagai latar belakang. Misalnya, budayawan, seniman, hingga desainer grafis.

“Tim juri harus benar-benar jeli, bahwa yang dihasilkan dari sayembara nanti harus menjadi akselerator terbukanya destinasi wisata dan peluang investasi. Dengan tetap menonjolkan local wisdom,” bebernya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU