alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Friday, 30 October 2020

Ombak Tinggi, Nelayan di Paiton Hampir Dua Pekan Tak Melaut

PAITON, Radar Bromo – Cuaca buruk yang belakangan melanda pesisir Kabupaten Probolinggo, membuat aktivitas nelayan terganggu. Bahkan, sejumlah nelayan di sekitar perairan Kecamatan Paiton, enggan melaut.

Seperti halnya di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton. Hampir seluruh nelayan disana, memilih menyandarkan kapal maupun perahunya. Mereka tidak melaut karena takut akan terombang-ambing ombak.

Burhanudin, 42, warga sekitar, adalah salah satunya. Menurutnya, dengan kondisi ombak tinggi, berdampak pada mahalnya ikan. Itu, karena stok ikan yang dihasilkan oleh nelayan sekitar, sedikit. Sehingga, membuat stok ikan juga minim.

“Cuaca seperti ini mahal ikan. Kami tidak melaut dan membuat ikan menjadi sedikit,” katanya.

Kondisi nelayan yang tidak berani kelaut itu sudah terjadi sejak dua pekan terakhir. Namun, untuk saat ini sudah ada beberapa nelayan yang mulai berani melaut. Mereka yang melaut sudah mengetahui risiko.

“Ada yang nekat. Kalau saya tidak-lah. Saya memilih untuk di rumah saja karena takut angin kencang, ” ungkapnya.

Pilihannya itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, jika nekat melaut selain nyawa menjadi taruhannya juga bakalan tidak mendapat tangkapan banyak. Kondisi angin kencang itu sendiri, juga sebagai oertanda bahwa ikan sedikit.

“Itulah alasan saya. Saya tidak mau mengambil resiko. Lebih baik nganggur sementara waktu sambil menunggu cuaca kembali tenang, ” jelasnya.

Sementara itu, Kasatpolair Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno mengatakan, pihaknya berharap nelayan tidak nekat melaut jika cuaca sedang tidak mendukung. Jika memang nekat, ia menyarankan agar mereka mengecek benar alat keselamatan.

“Kami mengimbau untuk tidakmelaut. Yang pasti mereka harus tahu terlebih dulu perkiraan cuaca. Bisa meminta kepada kami dan juga bisa meminta kepada BMKG. Yang pasti harus utamakan keselamatan, ” katanya. (sid/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pengedar Sabu asal Nguling Dibekuk di Lumbang Probolinggo

Johan, 32, warga Desa Sanganom, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, diciduk Satreskoba Polres Probolinggo.

Berangkat Kerja, Warga Sumberdawesari Grati Tewas Tertabrak Truk

Korban diduga hendak mendahului kendaraan yang di depannya dari sisi kanan, bersamaan itu, ada truk kontainer yang melaju dari arah berlawanan.

CBR Tabrak Pejalan Kaki di Pandaan, Dua Korban Terluka

Dalam kejadian laka lantas ini, posisi pengendara motornya berada di pihak yang kurang menguntungkan.

Ada Gangguan di Ruang Penggilingan Batu Bara, PJB Unit 9 Terbakar

Pemulihan peralatan-peralatan yang rusak yang akan membutuhkan waktu perbaikan selama 3-5 hari.

Angkut 4.840 Liter Solar, Kapal Terbakar di Gili Ketapang  

Saat pemindahan solar menggunakan mesin pompa, diduga mengalami kebocoran selang.